Pemerintah Selalu Tutup Kuping, Desa Matobondu Melawan

  • Bagikan

KONSEL – Masyarakat Desa Matabondu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) , Sulawesi Tenggara tegaskan sikap politik berbeda pada Pilkada serentak (9/10/20) lalu.

Tamparan keras diberikan oleh warga selaku pemilik suara kepada pemerintah serta kontestan pemilu.

Sebanyak 250 masyarakat di Desa tersebut menyatakan sikap untuk tidak ikut serta dalam Pemilihan Bupati Konawe Selatan.

Bukan tanpa alasan apalagi bentuk apatisme politik mereka. Hal tersebut justru merupakan akumulasi kekecewaan dari warga karena menganggap selama ini pemerintah selalu mengabaikan hak mereka.

Baca Juga :  Objektivitas dan Subjektivitas dalam Survei Pilkada

“Percuma menyalurkan suara kita, tapi suara kita tidak pernah didengarkan, ” tegas Ahmad, Kepala Desa Matabondu.

Kasus Dana Desa yang tidak didistribusikan ke Desa Matabondu sejak tahun 2007 hingga saat ini memantik banyak kecurigaan.
Apalagi Desa ini sudah tercatat di Kementrian Desa.

Mereka mengungkapkan bahwa transfer Dana Desa merupakan transaksi rutin dari pemerintah pusat yang ditujukan kepada Desa-desa untuk dikelola.
Maka jika sejak tahun 2007 tidak lagi menerima Dana Desa, maka patut untuk ditelusuri sebab-sebabnya.

Baca Juga :  Selamat Jalan Ayahanda Adi Darma

Kondisi pemerintahan yang dianggap tak pernah mau mendengar, kemudian memantik warga untuk mengadakan perlawanan.

Tak mau aksi mereka melanggar hukum, warga nyatakan sikap golputnya dengan mengembalikan surat undangan pencoblosan (C6-KWK) yang mereka terima ke KPU, Selasa (8/12/20).

Semntara itu berdasarkan penghitungan sementara yang ditampilkan di website KPU, Pasangan H. Surunuddin Dangga – Rasyid masih menguasai suara terbanyak, 66.154 suara yang masuk di KPU. Surunuddin Dangga – Muh. Endang yang berpasangan dengan Wahyu Ade Pratama Irfan sementara ini kantongi 62.699 suara.

Baca Juga :  Ikatan Istri Dokter Indonesia Kota Samarinda Salurkan Bantuan Untuk Napi Rutan Samarinda

Dengan jumlah sementara suara masuk 544 dari total suara 632, maka sejengkal lagi, peraih suara terbanyak,

Pemimpin baru, harapan baru. Umumnya demikian tetapi tidak berlaku di Desa Matabondu yang sebelum-sebelumnya selalu terlibat dalam hajatan pesta demokrasi 5 tahunan ini.(*)

  • Bagikan