banner 728x90

Pelaku Seni di Bontang Sampaikan Antusias terhadap Rencana Pemerintah Merevisi Iklan Rokok

  • Bagikan
Penampilan musisi Bontang dalam Taman Nasional Kutai Jungle Music, Sabtu (22/05/2021)
banner 728x90

BONTANG – Rencana Pemerintah Kota Bontang merevisi aturan tentang iklan rokok di dukung oleh sejumlah komunitas. Pasalnya rencana tersebut akan kembali menghidupkan event yang telah lama mati suri.

Rangko Lino Musisi Band Delawa mengatakan, sejak aturan itu berlaku pelaku seni sangat kesulitan untuk mencari sponsor dalam mengadakan kegiatan event.

“Selama ada larangan suport iklan rokok, kegiatan terhambat dan cenderung tidak terlaksana,” Ungkap Rangko saat ditemui awak media, Sabtu (22/05/2021).

Baca Juga :  Rencana Pemberlakuan Jam Malam

Selain itu para pelaku seni pun mengaku heran kenapa iklan rokok dilarang. Padahal mereka tentunya juga menghimbau untuk anak dibawah umur tidak diperkenankan untuk mencoba.

“Kan di kemasan rokok juga sudah tertulis tentang larangan dan penyebab merokok,
Harapan dengan hadirnya pemerintah yang baru bisa peduli dengan pelaku seni yang akan terus menghadirkan kegiatan dan hiburan bagi masyarakat Bontang,” sambungnya.

Baca Juga :  Wawali Bontang Sembuh Virus Covid 19 siap melanjutkan tugasnya sebagai pejabat publik

Dilokasi yang sama Fahmi Hio, selaku pelaku seni serta inisiator Komunitas Berbuat Saja (Kombes) mengatakan, bahwa pejabat publik yang tidak sepakat dengan aturan iklan rokok dinilai subjektif.

“Harusnya jika kesehatan yang dipertimbangkan, harusnya pemerintah melarang penjualan gula, karena banyak orang sakit karena akibat mengkonsumsi gula,” ungkap Fahmi.

Selanjutnya, Hio sapaan akrabnya mengatakan jika Iklan rokok kembali diperbolehkan, maka pelaku seni akan kembali menghidupi kegiatan yang dapat menghibur masyarakat Bontang.

Baca Juga :  Proses Rekrutmen di Lingkup PKT Disoroti, DPRD Minta Ada Regenerasi Tenaga Kerja

“Dua ratus persen saya bersepakat jika di revisi, toh selama aturan larangan iklan rokok kemarin, pemerintah juga tak memiliki solusi dalam mensuport kegiatan kreatif yang bisa meningkatkan produktifitas pelaku seni,” timpalnya.


 

  • Bagikan