banner 728x90

Pelabuhan Loktuan Kembali Aktif, Agus Haris Sarankan Pemkot Pakai GeNose C19

  • Bagikan
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang
banner 728x90

BONTANG – Aktivitas pelabuhan Loktuan akan kembali dibuka pada tanggal 23 Maret 2021 mendatang, setelah tidak beroperasi selama setahun.

Dalam jadwal yang diatur oleh Pelni, KM Binaiyah akan menjadi kapal pertama bersandar, yakni pada tanggal 23 Maret nanti, disusul oleh KM Egon yang datang pada esok harinya, 24 Maret 2021.

Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyambut baik dengan dibukanya kembali aktivitas di pelabuhan Loktuan. Namun pihaknya juga menyarankan adanya pengawasan yang ketat, agar tidak menjadi titik penyebaran virus covid-19.

Baca Juga :  Faisal Ingatkan Wali Kota, Tidak Izinkan Batu Bara Beraktivitas di Pelabuhan Lok Tuan

Ketua DPC Gerindra Kota Bontang ini juga memberikan tawaran kepada pihak terkait dalam mengantisipasi kerumunan. Agus Haris memberikan saran kepada pihak terkait untuk menggunakan alat deteksi virus yakni GeNose C19.

GeNose C19 merupakan alat untuk mengidentifikasi corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) melalui sensor dalam tabung.

“Untuk mencegah adanya kerumunan, kita usulkan kepada Pemkot untuk menggunakan alat yang diciptakan anak bangsa,” kata Abdul Haris saat di hubungin via telpon, Sabtu (20/03/2021).

Baca Juga :  Pelabuhan Loktuan Dibuka Kembali, Raking: kita Sambut Baik dan Prokes Dijalankan

Selanjutnya Agus Haris membeberkan, jika menggunakan alat GeNose C19 maka akan menghemat biaya karena alat tersebut terbilang murah dan deteksinya tidak membutuhkan waktu lama. Hanya berkisar 2 menit, dengan varian harga mulai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu.

“Efektif dan sangat murah juga penggunaan alat tersebut,” sambungnya.

Disampaikannya bahwa adapun penggunaan alat tersebut (GeNose C19) sudah di pakai di bandara Samarinda, artinya tidak menutup kemungkinan kalau alat tersebut juga sepatutnya dipakai untuk pelabuhan Loktuan.

Baca Juga :  Reses di Berbas Tengah, Abdul Haris Tampung Persoalan Nelayan dan Banjir Rob

 

“Samarinda di bandara APT Pranoto, GeNose C19 sudah digunakan,” tutupnya. (004/redaksi)

  • Bagikan