banner 728x90

Pasca cuti kampanye, Plt. Bupati Kasmidi Turun kelapangan meninjau progres pembangunan jembatan masabang

  • Bagikan
banner 728x90

SANGATTA – Masuk kerja pasca cuti kampanye Plt Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang turun kelapangan untuk kegiatan dinasnya dengan meninjau langsung progres jembatan Masabang, Senin pagi ini (7/12/20).

Pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Sangatta Selatan, dan kecamatan Sangatta Utara, turut hadir dalam kunjungan kerja masing masing camat.

“Ini semua untuk masyarakat, baik itu masyarakat Kecamatan Sangatta Selatan maupun Sangatta Utara,” ucap Kasmidi.

Jembatan Masasang merupakan aspirasi masyarakat sejak tahun 2005 dan pembangunanya sudah diwacanakan. Tapi kala itu belum ada kesepakatan bersama sehingga jembatan tersebut belum bisa terlaksana.

Baca Juga :  Tim Advokasi untuk Demokrasi Kaltim. Bernard: Termohon Berupaya Menggugurkan Upaya Hukum Pra Peradilan

“Artinya kita juga melihat disini banyak potensi ekonomi lokal masyarakat, seperti ponton transportasi air yang sudah lama sampai saat ini masih beroperasi,juga para pelaku UKM lokal yang ada sekita jembatan ini. Sehingga kita juga harus melihat kebijakan itu. Makanya pembangunan kemarin dilarikan ke daerah tanah hulu, ya kita bangun Jembatan SDC kemudian juga di Sangsaka,” jelas Kasmidi.

Baca Juga :  Malam Perpisahan Pjs Bupati Kutai Timur. Jauhar: Terimakasih atas Support Masyarakat Kutim

Akan tetapi, lanjut saat ini perkembangan daerah semakin berkembang dan membutuhkan prasarana kebutuhan mobilitas sebagai akses terdekat antara Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, maka tidak ada kata lain jembatan Masabang harus dibangun.

“Kita juga tidak bisa pungkiri banyak saudara-saudara kita yang bekerja ponton, Insya Allah akan kita carikan solusinya.untuk kelancaran bersama Tidak ada yang kita matikan dari pada usaha masyarakat kita,” ucap Kasmidi

Baca Juga :  Rabu Pagi 9 Desember 2020. Basri rase (Paslon) Nomor 1 Basri Rase – Najirah

Dengan pembangunan jembatan masabang, Kasmidi menilai akan lebih memudahkan masyarakat. Ketika ada musibah misalnya, seperti kebakaran, kecalakaan, melahirkan dan lain sebagiannya, maka akses mobilisasinya akan mudah dan lebih cepat, ketimbang harus memutar di jalur Jembatan Kampung Kajang atau melalui jalur Jembatan Pinang, Jalan Poros Sangatta-Bontang.

“itu salah satu yang menjadi pertimbangan kita. Jadi mohon maaf, bagi masyarakat yang usahanya ponton, Insya Allah tidak akan dirugikan,” tuturnya.kasmidi.(*)

  • Bagikan