banner 728x90

Partai Ummat Terbentuk, Erwin Izharuddin : Selamat Datang

  • Bagikan
Wasekjend DPP PAN Erwin Izharuddin
banner 728x90

JAKARTA – Deklarasi Partai Ummat 29 April 2021 lalu, memberi warna baru di kontestasi politik Indonesia. Pasalnya, partai berlambang perisai tauhid didirikan oleh Amien Rais, yang juga merupakan founder Partai Amanat Nasional (PAN).

Munculnya partai besutan politikus senior Amien Rais ini, di sambut baik oleh PAN. Wasekjend DPP PAN Erwin Izharuddin bahkan mengucapkan selamat datang bagi Partai Ummat. Bahkan ia menilai, keberadaan Partai Ummat ini akan memperjelas siapa saja kader yang masih memiliki loyalitas kepada PAN.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPR RI, 264 Wakil Rakyat Bukannya WFH Malah Bolos Kerja

“Bagi kita di PAN selamat datanglah partai baru,” kata Erwin melalui pesan singkat kepada jurnaltoday.id Senin (03/04/2021).

Selain itu Erwin berpendapat, kini PAN bisa lebih fokus untuk kebaikan rakyat yang kelak akan diwakili. Pihaknya juga akan kembali merapatkan barisan dan berfokus di kontestasi politik selanjutnya.

“Kami akan lebih powerfull untuk kebaikan rakyat dan masyarakat yg diwakilinya kelak. Semua kita fokuskan ke 2024,” ujarnya.

Baca Juga :  Golkar Kutim akhirnya di Nakhodai oleh Kasmidi bulang, Musda V di Kutai Timur

Selain pusat, PAN daerah juga berpendapat yang sama. Ketua DPW PAN Kaltim, Sigit Wibowo mengatakan pihaknya tak mengambil soal kedatangan Partai ini.

Menurutnya, kemunculan partai baru adalah hal yang baik bagi demokrasi di Indonesia. Masyarakat akhirnya memiliki banyak pilihan untuk menentukan partai yang akan mewakili nantinya.

“Kami menyambut baik, ini hal yang baik,” katanya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat, Sutomo Gelar Reses di Kelurahan Lok Tuan

Selain itu, tak ada wanti-wanti khusus bagi para kader yang berpindah haluan dan mengikuti partai ummat karena ketokohan Amien Rais.

“Ya biasa aja itu, kami tetap fokus melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Datang dan pergi itu sudah biasa,” ucapnya.

Meskipun begitu, ia tak menampik kemungkinan perubahan strategi pemenangan selanjutnya.

“Tapi itu masih lama, belum bisa disimpulkan,” tukasnya. (Bond)

  • Bagikan