banner 728x90

Narkoba: Ladang Tampang Dan Perang

  • Bagikan
banner 728x90

BONTANG – Tak dapat dipungkiri, jeratan Narkoba semakin marak, khususnya di Kota Bontang. Peredaran narkotika dan barang-barang psikotropika, sepertinya justru dijadikan ladang untuk meraup keuntungan, bagi segelintir bandar-bandar yang bernaung pada orang-orang kuat yang membentenginya. Menjadikannya semakin leluasa untuk memberikan dan mendistribusikan “barang” (red; sebutan umum Narkoba), sebagai obat yang mujarab bagi para penggandrungnya.

Dalam beberapa bulan, data kenaikan peredaran Narkoba ditandai dengan maraknya rilis media online terkait hasil tangkapan, baik oleh pihak Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNNK).

Baca Juga :  Perda Kaltim Nomor 5 Tahun 2019, Masyarakat Bisa Dapat Bantuan Hukum Secara Gratis

” Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam soalan ini, kami merasa miris dengan keadaan ini,” Ujar Ketua Laphan Borneo, Selasa (15/9/20).

Ungkapan untuk saling bergandengan tangan, dalam memerangi maraknya peredaran ini disampaikan oleh Nobon Sulistiawan sebagai Ketua Lapham Borneo Bontang.

” Situasi seperti ini sangat tidak menjadikan sebuah ketenangan, ketika logika seseorang tidak lagi normal dan membutuhkan asupan nutrisi dari ‘barang’ tersebut,” Tuturnya.

Baca Juga :  MTQ Ke-42 Tingkat Provinsi Kaltim Resmi di Buka

Diketahui juga, dirinya baru-baru ini melakukan pertemuan dengan seluruh Lembaga pemerhati mantan pecandu (red; eks. Pengguna Narkoba) se-Indonesia, di Jakarta, yang mana kegiatan tersebut digagas oleh Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI).

Nobon juga menyampaikan, bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan ketergantungan yang tabu ini, hanyalah menabuh genderang perang, seluruh pihak harus mempunyai niatan yang sama untuk menghentikan peredaran barang haram ini. Demi menjaga akal sehat yang tercipta murni dari pemikiran dan ketenangan non ambisius,” Tegasnya.

Baca Juga :  Waktu Singkat, Mampukah Kepala Daerah Terpilih Memenuhi Gula Gula Politiknya

Dirinya juga berharap, agar peran Pemerintah dan DPRD juga lebih dioptimalkan. Baik pada tingkat Pemerintah Kota sampai pada tingkat RT.

” Apapun kepentingan politiknya, jangan sampai mengabaikan bahayanya peredaran narkoba,” kata Nobon.

” Karena bayang-bayang narkoba yang tumbuh disekitar kita, bisa saja menghantam tetangga, sanak keluarga bahkan anak-cucu kita,” tutupnya. (Red)

  • Bagikan