banner 728x90

Menko PMK: Pemerintah Dukung Penelitian Sel Dendritik, Pengawasnya Menkes

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – (20/4) — Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menandatangani Nota Kesepahaman terkait penelitian sel dendritik untuk penanganan Covid-19.

Siaran Pers Nomor: 76/HUMAS PMK/IV/2021, berisi tentang nota kesepahaman tiga pihak itu berisi tentang “Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2”.

Baca Juga :  DPP GMNI Soroti Persoalan dan Beri Rekomendasi untuk Peta Jalan Pendidikan Nasional

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta, pada Senin (19/04/2021).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir menjelaskan, penandatanganan tripartit ‘kesepahaman antara tiga pihak’ itu dimaksudkan sebagai jalan keluar atas pelaksanaan penelitian yang selama ini sudah berjalan dan diberi label dengan penelitian Vaksin Nusantara.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Akhirnya Reshuffle Enam Menterinya

“Dalam perjalanannya (Vaksin Nusantara) terkendala oleh prosedur dan dipandang tidak memenuhi kaidah dan standar yang ditetapkan BPOM khususnya pada tahap uji klinis 1,” jelas Menko PMK usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, pada Senin (19/04/2021).

Menko PMK mengungkapkan, dengan adanya kesepahaman antara Menkes, KSAD dan Kepala BPOM itu, maka akan terjadi pemindahan program kegiatan penelitian.

Baca Juga :  Menimbang siapa benar, siapa hoax terkait kasus menyerang dan diserangnya HRS

“Yang semula berada dalam platform penelitian vaksin dan berada di bawah pengawasan BPOM, sekarang dialihkan ke ‘Penelitian Berbasis Pelayanan’ yang pengawasannya berada di bawah Kemenkes,” ungkapnya.(**)

  • Bagikan