banner 728x90

Masyhuril: Tekhnologi Akan Jadi Mesin Penghancur Jika Akhlak Bangsa Ini Tidak Baik

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa Majelis Ulama Indonesia (PD PAB MUI) KH. Dr. Masyhuril Khamis, SH. MH. Mengungkapkan, hal yang paling mendesak dan menjadi prioritas bagi bangsa ini adalah perbaikan akhlak. Sebab, tantangan kedepan bangsa ini semakin berat.

“Kedepan tantangan bangsa ini pasti semakin berat. Memperbaiki akhlak dari sekarang perlu dilakukan. Namun jangan juga disebut sebagai revolusi akhlak. cukup dinamai Program Perbaikan Akhlak Bangsa,” Kata Masyhuril yang juga selaku Sekjen di PB Al Washliyah pada jurnaltoday.id, Sabtu (2/1/21) kemarin.

Untuk menjalankan program perbaikan akhlak bangsa ini, PB PAB MUI akan berada dan bersikap ditengah-tengah (Washatiyah) dalam membangun dan mengembangkan perbaikan bangsa.

Baca Juga :  Bekasi Terus Awasi Pasien Covid-19

“Bangsa tidak boleh mengabaikan hal ini. Jika diabaikan maka tunggu kehancurannya. Ketiadaan akhlak akan menimbulkan perbuatan tidak baik, perilaku diluar batas kewajaran. Kita sudah tidak saling menghargai sebagai anak bangsa. Fitnah dan kebencian akan merajalela bahkan dipertontonkan secara vulgar. Kalau sudah begini. Perubahan apa lagi yang bisa diharapkan bangsa ini,” ujar Masyhuril.

Menurutnya, bangsa ini tinggal meneruskan saja. Karena para Wali Allah, Ulama dan da’i terdahulu telah melakukan tugasnya dengan baik dan tetap melakukannya dengan sikap Washatiyah.

Baca Juga :  Kembali Bangsa Ini Kehilangan Ulamanya, Selamat Jalan Ustadz Tengku Zulkarnain

“Patut disyukuri sebab kita tinggal melakukan pembenahan dan perbaikannya saja. Namun pastinya tantangan itu pasti ada karena jaman kita dan jaman pendahuluan kita beda. Saat ini tekhnologi media informasi dan komunikasi hitungan detik bisa dilakukan. Kalau penggunaannya tidak menggunakan akhlak yang baik maka akan menjadi mesin perpecahan. Begitu juga sebaliknya, jika pengguna media ini mengedepankan akhlak yang baik tentunya akan menjadi energy baik bagi perubahan bangsa ini. Tandas kandidat Doktor di Universitas Ibnu Kholdun, Bogor dan Business Management UUM Kedah Malasyia ini.

Selain itu, Masyhuril juga akan menginformasikan program jangka pendek dan menengah PD PAB MUI yang akan dijalankan dalam waktu dekat. “Kami akan lakukan koordinasi dulu dengan para pengurus lainnya termasuk dengan pengurus MUI yang ada setelah menjalani masa liburan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Meminimalisasi Penyebaran Covid-19, PB Al Washliyah Dapat Memahami dan Mendukung Pemerintah Larang Mudik Lebaran

Kata dia, tantangan kedepan cukup berat dalam melakukan perbaikan akhlak bangsa, harus melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Cukup berat. Seluruh elemen bangsa harus terlibat. Agar timbul kesadaran dan sikap saling menghargai seperti yang dicontohkan oleh para founder fathers bangsa ini,” pungkas Masyhuril Khamis. (*)

Polling 100 Hari Kerja Walikota & Wakil Walikota Bontang Terpilih

  • Bagikan