banner 728x90

Marsha Alya Zahra “Hanya Ilusi”

  • Bagikan
banner 728x90

Berawal dari hobby, bakat dan passion menyanyi, seorang penyanyi pendatang baru, Marsha Alya Zahra dengan semangat tinggi memulai belajar bidang tarik suara sejak kecil. Bakat yang dimilikinya saat itu mulai tercium oleh kedua orangtuanya. Dan sejak usia 5 tahun Masha mulai diikutkan kursus menyanyi untuk menyalurkan hobbynya. Setelah itulah Marsha memulai pengalamannya menyanyi dari ajang kompetisi dan dari panggung ke panggung.

Dengan pembawaan yang ceria dan khas anak milenial, Marsha tampak ramah dan humble dalam bergaul dengan siapa saja. Rupanya ia juga memiliki hobby lain, seperti dance dan melukis. Sehingga karena bakat yang dimilikinya inilah yang membuatnya banyak teman. Tak heran ia juga banyak meraih prestasi di bidang marching band hingga ke kancah internasional. Namun demikian, Marsha tetap tampak sebagai gadis usia 14 tahun dari daerah Tulunggung, Jawa Timur yang bersahaja. Baginya menyanyi adalah sesuatu yant penting dalam hidupnya. Untuk itu ia masih terus dan terus belajar untuk mengembangkan bakat menyanyi.

Baca Juga :  Jika Ku Jauh Dari Ridho-Mu

Tiga tahun terakhir ini, tepatnya sejak usia 11 tahun Marsha mulai sering diundang untuk tampil di event-event jazz. Namun demikian ia tidak menspesialisasikan dirinya di gendre musik tertentu. Hal ini nampak dari album pertamanya yang bertajuk “Hanya Ilusi”, yang menggabungkan beberapa gendre music ke dalamnya. Tidak hanya jazz, tapi juga pop, RnB, hip hop, samba, dan lainnya.

Album “Hanya Ilusi” adalah karya dari Maestro Jazz Indonesia, Idang Rasjidi. Sebuah karya kolaborasi lintas generasi yang sangat kaya rasa. Album dengan 7 buah lagu yang diciptakan Idang Rasjidi untuk membaur dalam aransemen music yang sangat istimewa dan vocal yang berkarakter, sehingga begitu easy listening untuk didengarkan di semua usia penikmat dan pendengar musik. Album hanya ilusi juga diciptakan Idang Rajidi dengan banyak pesan moral dan filosofi hidup di dalamnya. Ada sedikit cinta, namun lebih banyak tentang realita kehidupan jaman sekarang.

Baca Juga :  ABDA New Single : “Gold”

Proses pembuatan album indie ini cukup singkat, yaitu 2 bulan,  yang dilakukan di Studio Recording milik Idang Rasjidi di Bogor. Namun dengan pendekatan kepada Marsha yang sangat baik layaknya kepada cucunya. Maka Marsha pun dapat menyanyikan lagi ini senyaman mungkin dengan versi dirinya. Sedangkan untuk pemasaran album Hanya Ilusi, saat ini lebih kepada platform digital.

Baca Juga :  Arvy Josh “Lebih Baik”

Coba dengarkan seluruh lagu yang ada di dalam album Hanya Ilusi yang dinyanyikan Marsha ini. Semuanya adalah karya yang istimewa dan easy listening. Besar harapan agar album ini dapat diterima dan disukai oleh seluruh masyarakat. Dan kepadanya ia semaking berkembang sebagai musisi muda pendatang baru yang cemerlang. Marsha mampu membuat sebuah karya yang bisa menjadi contoh generasi muda lainnya. Bahwa masa pandemi bukanlah penghalang untuk selalu berkreasi dan berkarya. It doesn’t matter how slow you go, long as you don’t stop & positive. (Ga)

 

  • Bagikan