banner 728x90

Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Datang Ya Ramadhan 1442 H

  • Bagikan
banner 728x90

Oleh : ASWAN NASUTION

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa atas kamu, sebagaimana telah diwajibkan atas umat-umat yang sebelum kamu, agar kamu tetap memperoleh taqwa”. (Al Baqarah : 183).

MARHABAN ya Ramadhan, selamat datang wahai Ramadhan. Ramadhan datang membawa keberkahan dan penuh maghfirah (ampunan), pembebasan dari segala doa dan noda.

Bentuk penyambutan bulan Ramadhan juga sebagai tanda bagi kuat atau lemahnya iman seseorang. Hal itu akan nampak dari sikapnya ketika menyambut bulan Ramadhan.

Bagi seseorang imannya kuat tentu akan menyambutnya dengan suka cita, perasaan senang dan penuh semangat dan pengharapan.

Juga ia akan mengucapkan syukur al hamdulillah karena ia masih diberikan kesempatan lagi untuk melaksanakan ibadah puasa yang diidam-idamkannya.

Baca Juga :  Menjaga Kelestarian Bangsa

Tetapi, bagi seseorang yang tipis dan lemah keimannya akan menyambut bulan Ramadhan itu dengan perasaan berat dan berduka cita atas kedatangannya.

Sebenarnya jika manusia mengetahui betapa dahsyatnya kebajikan yang diberikan Allah di bulan Ramadhan tentu manusia akan senantiasa berharap agar seluruh bulan itu dijadikan Ramadhan.

Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Kalau sekiranya manusia mengetahui kebajikan-kebajikan yang terkandung dalam bulan Ramadhan ini, niscaya mereka akan berharap agar Ramadhan itu berlaku sepanjang tahun”. (HR. Ibnu Abid-Dunya).

Sebagai umat yang beriman, apabila Ramadhan akan tiba selain kita menyambutnya dengan penuh kegembiraan, juga hendaknya kita berdo’a kepada Allah SWT. mohon agar usia kita dipanjangkan sehingga dapat berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan.

Baca Juga :  Ramadhan Momentum Taklukkan Hawa Nafsu

Disamping itu, kita memohon pula agar Allah SWT memberikan kekuatan fisik dan mental supaya dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh gairah.

Dalam persiapan menyambut bulan Ramadhan tidak mesti mempersiapkan perlengkapan secara berlebihan, sehingga tidak tercapai latihan hakiki yang diberikan oleh Allah SWT.

Karena esensi puasa adalah ajang melatih diri agar sanggup mengendalikan diri dari segala sesuatu yang berlebihan.

Pengendalian diri tersebut agar kita dapat mengetahui batas-batas perintah yang harus kita laksanakan dan larangan yang harus ditinggalkan. Sehingga, buah Ramadhan yaitu taqwa dapat diraih.

Marilah kita mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini. Dan kuatkan iman niat kita sehingga dapat mengisi bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga :  Ramadhan dan Pendidikan Kualitas Diri

Di samping itu, Ramadhan menawarkan momentum perubahan yang fundamental, secara pribadi ataupun kehidupan umat Islam keseluruhan.

Karena Bulan Ramadhan diyakini membawa asupan energi yang dahsyat untuk melakukan revolusi tersebut.

Diketahui, sejumlah peristiwa besar terjadi di bulan Ramadhan atau sesudahnya. Sebut misalnya, Perang Badar, Futuh Makkah, hingga Proklamasi Kemerdekaan RI.

Semoga kita tetap konsisten beribadah sepenuh nilai penghambaan, sudah semestinya kita mencuatkan kembali spiritnya dan menghadirkan ulang subtansi-subtansi ibadah tersebut dalam diri kita.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H. Saatnya Menghapus Noda-noda Dosa dan Memperbanyak Coretan Amal Kebaikan.
Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis Adalah Akitivis Al Jam’iyatul Washliyah Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

  • Bagikan