banner 728x90

M Taufik: Aneh Kok Ada Menteri Kritik Kebijakan PSBB DKI Jakarta

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik menilai, telah terjadi keanehan karena sejumlah Menteri mengkeritik kebijakan pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) secara total oleh Gubernur Anies Baswedan yang akan diberlakukan hari Senin, (14/9/20),

“Saya menilai aneh saja, kok ada menteri yang notabene anak buah Pak Jokowi yang mengkritik secara ganas, padahal kebijakan tersebut sesuai dan sejalan dengan instruksi Presidan”.Ujar M Taufik dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (12/9/20).

Baca Juga :  Tanggapi Keluhan ASN Soal THR Tak Dibayar Penuh, Mendagri : Syukuri Apa yang Sudah Ada

Wkil Ketua DPRD DKI itu menyindir sikap para menteri tersebut. Sangat tidak elok sebab seolah-olah kebijakan tersebut bertentangan dengan Presiden Jokowi dalam menangani Covid 19.

Taufik menjelaskan, bahwa kebijakan yang diambil oleh Anies Baswedan justru sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi, saat sidang kabinet paripurna di istana negara, 7 September 2020.Presiden Jokowi menegaskan agar lebih fokus penanganan masalah kesehatan dengan penanganan Covid 19.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Akan Menggandeng TNI-Polri Dalam Melakukan Pengawasan

“Harusnya para menteri tersebut mendukung kebijakan yang diambil oleh gubernur DKI Jakarta, apalagi Jakarta merupakan barometer nasional” Tegas Taufik

Taufik mengakui, jika kebijakan PSBB total tersebut akan mempengaruhi roda perekonomian Jakarta sebagai Ibu Kota. Namun dalam pertimbangan Anies Baswedan, nilai keselamatan nyawa jauh lebih berharga daripada pertumbuhan ekonomi.

“jika aspek kesehatan dalam menangani Covid 19 dapat terlaksana dengan baik, sudah dapat dipastikan aktivitas ekonomi pun akan membaik”.Ujar Taufik

Baca Juga :  JMSI Harap Virtual Police Milik Polri, Dapat Jaga Iklim Demokrasi

Taufik juga berharap, semua pihak mau bergandeng tangan dalam menghadapi pandemi Covid 19 untuk menyelamatkan nyawa rakyat. Sudah saatnya mengesampingkan ego sektoral dalam menghadapi masalah bangsa yang cukup berat ini. (PP)

  • Bagikan