banner 728x90

Luar Biasa, Pasien Sembuh di DKI Jakarta tembus 88 Persen

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Persentase jumah pasien sembuh yang terpapar Covid-19 di Jakarta menembus 88,0 persen dari total kasus positif yang terpantau per Jumat (30/10/20) sebesar 104.847 0rang. Sebelumnya persentase jumlah sembuh di Jakarta berada diangka 87,5 persen.

Berdasar data Pemprov DKI Jakarta dalam laman corona jakarta.go.id yang dipantau di Jakarta jumat, presentase tersebut setelah terjadi penambaahan sebanyak 1.077 orang pasien sembuh dari paparan Covid 19 pada hari ini. Sehingga jumah total yang sembuh saat ini sebanyak 92.312 orang, naik dari jumlah sebelumnya sebanyak 91.235 orang.

Adapun di dalam jumlah total kasus positif sebanyak 104.847 orang tersebut, sebanyak 10.296 orang (turun 479 dari sebelumnya 10.775 orang) masih dirawat/isolasi, serta 2.239 (bertambah 14 dibanding sebelumnya 2.225 orang) meninggal dunia, atau 2,1 persen (sama seperti sebelumnya) dari total positif.

Total kasus positif paparan Corona Virus Desease 2019 (Covid 19) di Jakarta sendiri, menembus angka 104.847 kasus, setelah pada jumat ini masuk laporan penambahan kasus, dari jumah sebelumnya 104.235 kasus. Penambahan kasus positif yang dilaporkan pada hari jumat ini sebanyak 612 kasus, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (Sweb Test PCR) pada kamis, 29 Oktober 2020 yang dilaporkan hari Jumat ini.

Baca Juga :  Dipo Alam: Habib Rizieq dan FPI Bukan Musuh TNI.

Untuk hasil tes terakhir pada kamis (29/10/20) dilakukan untuk 6.089 spesimen yang didalamnya ada 4.932 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 514 kasus positif dan 4.418 kasus negatif.

Dari data pertambahan pasien positif Covid 19 Jakarta sepekan terakhir, pertambahan 612 kasus positif ini, paling sedikit dibandingkan dengan penambahan pada kamis (29/10/20) sebanyak 173 kasus, pada hari Rabu (28/10/20) sebanyak 844 kasus, pada Selasa (27/10/20) sebanyak 781 kasus, pada Senin (26/10/20) 906 kasus, pada Ahad (25/10/20) sebanyak 771 kasus, pada sabtu (24/10/20) sebanyak 1.062 kasus dan pada Jumat (23/10/20) sbnyak 925 kasus.

Baca Juga :  Kerap Ditemukan Bungkusan "Komix" di Halaman Kantor Walikota, Rusli Menilai Pemerintah Lamban

Terlebih, jika dibandingkan dengan penambahan pada sabtu (12/10/20) sebanyak 1.440 kasus, serta pada (12/9/20) sebanyak 1.440 kasus, serta pada hari Rabu (12/9/20) sebanyak 1.502 kasus yang merupakan penambahan terbanyak selama pandemi.

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9/20) sebanyak 1.505 kasus merupakan penambahan terbaanyak, tapi penambahan Sabtu (12/9/20) sebanyak 1.440 kasus, aadalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (11/9/20) karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambaahan dari hasil tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Untuk rataan tes PCR total per satu juta penduduk setelah perkembangan Covid 19 pada Jumat ini, sebanyak 117.866.Jummlah orang yang di tes PCR sepekan terakhir sebanyak 56.068.

Baca Juga :  Ketum GPA, Meminta aparat Kepolisian RI serius mengungkap kasus penusukan Syekh Ali Jaber

Sampai dengan tes terakhir pada Kamis (29/10/20) itu, sudah ada 1.679.157 spesimen (Naik dari sebelumnya 1.668.904 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase jejak Covid 19 di llima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

Dari jumlah tes diatas, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau positivity rate Covid 19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada Jumat ini tercatat diangka 9,5 persen (sama seperti sebelumnya).

Angka ini sangat jauh diatas batas presentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan tidak lebih dari lima persen sehingga katagori aman. Adapun presentase kasus positif di jakarta total sejak awal pandemi Maret 2020 setelah perkembangan hari Jumat ini, adalah 8,4 persen (sama seperti sebelumnya).
Sumber : Antara

  • Bagikan