banner 728x90

Lagi, Macet Parah Di Tanah Datar, Jalan Poros Samarinda-Bontang

  • Bagikan
banner 728x90

SAMARINDA – Kemacetan terjadi di jalan poros Samarinda – Bontang, Desa Tanah Merah, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Jum’at (02/04/2021). Jalan rusak dan truk bermuatan yang terjebak disebut jadi penyebab panjangnya antrean kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

Terpantau dilapangan, kemacetan terjadi sepanjang 20 Kilo meter. Dari arah simpang Muara Badak, Kutai Kartanegara sampai ke bandara Apt. Pranoto, Samarinda.

Baca Juga :  Akun dibatasi sepihak, KPW PRD Kaltim Kecam Pembatasan Demokrasi

Rusaknya jalan poros yang sudah cukup lama ini menjadi masalah besar yang sangat menghambat aktivitas pengguna jalan.

Arya, pengguna jalan yang terjebak siang tadi mengeluhkan kondisi tersebut. Dirinya mengaku pekerjaannya menjadi terhambat akibat kemacetan tersebut.

“Saya sangat di rugikan. Saya disini sudah menunggu selama dua jam lamanya,” ungkap Arya kepada jurnaltoday.id

Keluhan yang sama juga keluar dari mulut Amir, warga sekitar. Amir menjelaskan bahwa dalam seminggu ini, terhitung sudah empat kali terjadi kemacetan panjang.

Baca Juga :  GMNI Kaltim Gelar Webinar bertajuk "Mengurai Persoalan Dasar Kalimantan Timur, Edisi Kabupaten Kutai Timur"

“Kasian masyarakat, supir truk aktivitasnya terhambat. Kalau begini, otomatis dampaknya ke roda perekonomian,” ujar Amir.

Amir juga menceritakan pengalaman salah seorang pelintas yang terhambat perjalanannya menuju bandara. Calon penumpang yang terjebak macet tersebut akhirnya diantar oleh warga menggunakan sepeda motor.

“Tadi ada salah satu calon penumpang yg terkena macet. Warga kasian, akhirnya diantar pakai motor bisa cepat menuju ke bandara,” tutupnya.

Baca Juga :  Respon Penganiayaan Jurnalis Tempo, Ormas Sipil, Akademisi Hingga Tokoh Masyarakat Rilis Petisi Bersama

Seperti yang diketahui, aktivitas pertambangan disekitar lokasi mempengaruhi rusaknya jalan. Kemudian perbaikan jalan tersebut yang merupakan kewajiban pemerintah pusat, hingga kini tidak ada realisasi sampai saat ini.(Qy)

  • Bagikan