KPK Tetapkan Tersangka Suap Berjamaah Di Probolinggo

  • Bagikan

JAKARTA – Seakan tak ada habisnya, prilaku korupsi oleh pejabat terus tumbuh subur meski upaya pemberantasan gencar dilakukan. Terbaru, KPK menetapkan status tersangka pada pasangan politisi usai terjaring OTT KPK,

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama suaminya Hasan Aminuddin yang tak lain merupakan mantan Bupati Probolinggo yang menjabat selama dua periode. Kini Hasan tercatat sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem.

Keduanya ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi jual beli jabatan kepala desa. Hasan beserta istri serta dua camat, Camat Krejengan Doddy Kurniawan dan Camat Paiton Muhammad Ridwan disebut menerima suap.

Selain para penerima suap, KPK juga menetapkan tersangka kepada pemberi suap yang berjumlah 18 orang.

Untuk para penerima suap, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP disangkakan kepada para pemberi suap.

Kasus yang menarik anggota DPR RI, Bupati hingga pejabat Desa ke jeruji besi ini diduga terkait akan ditundanya penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa serentak gelombang kedua di Kabupaten Probolinggo.

252 Kepala Desa di 24 Kecamatan telah habis masa jabatannya, sementara pemilihan Kepala Desa diundur. Akhirnya, untuk mengisi kekosongan maka posisi Kepala Desa dijabat oleh Pejabat Kepala Desa yang berasal dari lingkungan ASN Pemkab yang diusulkan oleh Camat. (*)

Editor: Redaksi
  • Bagikan