banner 728x90

Komisi X DPR Apresiasi Rekomendasi DPP GMNI untuk Peta Jalan Pendidikan Nasional

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Rekomendasi DPP GMNI terhadap rancangan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 disambut baik Komisi X DPR RI. Apresiasi disampaikan pimpinan maupun anggota DPR itu, bersamaan dalam rapat RDPU Komisi X DPR RI bersama organisasi mahasiswa usai paparan DPP GMNI terhadap peta jalan pendidikan itu, beberapa hari lalu.

“Tampak sekali kepemihakan teman-teman GMNI terhadap mereka yang kemungkinan termajinalisasi di dalam proses (pendidikan), khususnya di masa COVID-19 ini,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Hetifah juga menyoroti rekomendasi DPP GMNI soal PBKM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). “Ini juga sesuatu yang baru bagi kami. Dan sangat realistis dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga :  PB Al Washliyah Nilai SKB 3 Menteri Tentang Seragam Sekolah, Buat Suasana Riuh

Respons Hetifah tersebut, berkaitan dengan pandangan permasalahan pendidikan di tengah pandemi dan rekomendasi DPP GMNI untuk Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035.

Di mana, rekomendasi tersebut, disampaikan Ketua Umum DPP GMNI, Arjuna Putra Aldino. Persoalan yang disampaikan, tentang akses listrik dan internet serta fasilitas pendukung yang tak merata di setiap daerah, terhadap kebijakan pembelajaran secara daring. DPP GMNI juga mendorong adanya PBKM. Sebagai salah satu solusi terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga :  SD Muhammadiyah Gelar Ujian Sekolah Secara Luring

Sementara itu, anggota komisi X lainnya, Fahmi Alaydroes menyoroti dan mengapresiasi rekomendasi DPP GMNI tentang rekonstruksi sejarah Papua melalui pendidikan.

“Beberapa yang menurut saya yang penting untuk dicatat oleh kita. Dan GMNI ini ada sesuatu yang menarik menurut saya. GMNI mengangkat soal isu Papua. Ini menurut saya sesuatu yang bermakna,” katanya.

Yang harus jadi perhatian, bagaimana pemerintah atau negara hadir dengan bermakna dalam konteks pendidikan. “Tentu dengan segala kurikulum dan pembelajaran. Terima kasih GMNI,” ujarnya.

Baca Juga :  TANTANGAN PENDIDIKAN UNTUK GENERASI Z

Fahmi merespons rekomendasi DPP GMNI tentang rekonstruksi sejarah Papua melalui pendidikan. Bahwa Papua dan Indonesia punya hubungan social-historis kultural. Hal ini, perlu dilakukan. Agar tak ada propaganda-propaganda yang menyebutkan Papua berbeda dengan Indonesia.

Sebagai informasi, Komisi X DPR RI bersama organisasi mahasiswa menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Dengan agenda pembahasan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035. Beberapa organisasi yang hadir, selain GMNI, yakni PPI Dunia, Hikmahbudhi, PMKRI, KAMMI, GMKI, IMAKIPSI dan KMHDI. GMNI, diwakili Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino.(*)

  • Bagikan