banner 728x90

Kaltim Steril di Uji Coba Besok Sabtu dan Minggu

  • Bagikan
banner 728x90

SAMARINDA – Menindak lanjuti usulan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur tentang Kaltim Steril, Kamis (4/2/21) kemarin. Gubernur Kaltim Isran Noor, memastikan akan melakukan pembatasan selama 2 hari guna memutus penyebaran virus Corona (COVID-19). Pembatasan yang dinamakan dengan istilah ‘Kaltim Steril’ atau ‘Kaltim Silent’ itu akan dilakukan besok 6-7 Februari 2021 Sabtu dan Minggu

“Ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyebaran COVID-19 tidak terjadi, dari itu kita akan coba nanti selama dua hari untuk meminta masyarakat Kaltim tidak ke luar rumah selama dua hari dan kita akan tutup semua fasilitas publik, termasuk pasar,” kata Isran Noor, usai rapat bersama Forum Komunikasi perangkat daerah di kantor Gubernur Kaltim, Kamis (4/2/21).

Baca Juga :  Kaltim Steril Ala Gubernur Kalimantan Timur, Wawali Sambut Baik

“Namun ini masih bersifat koordinatif, yang memiliki kebijakan otonom adalah pemerintah Kabupaten dan Kota,” ujar Isran.

Dia mengatakan sudah mendengarkan pernyataan Bupati dan Walikota dalam rapat koordinasi. Kata Isran, Bupati dan Walikota siap melakukan gerakan secara bersama sama dibantu Polri dan TNI.

“Kita yakin masyarakat Kaltim menyambut baik karena satu-satunya yang ditunggu adalah memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 caranya ya, dengan mengurangi kegiatan,” lanjut Isran.

Baca Juga :  Anies Baswedan Masuk Daftar 21 Heroes 2021, Dianggap Berhasil Di Kebijakan Trasnportasi

Menurutnya, jika tidak mampu mencegah penyebaran COVID, akan berbahaya bagi Kaltim. Meski saat ini mungkin masih aman, tapi jika terus bertambah Kaltim akan kekurangan tenaga kesehatan.

“Jadi besok Sabtu dan Minggu kita hentikan semua kegiatan, kegiatan yang kita lakukan adalah penyemprotan disinfektan,” jelasnya.

Sementara itu, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, mengatakan perkembangan COVID-19 di Kaltim masuk katagori keadaan mengkhawatirkan.

“ Oleh karena itu, perlu satu gerakan bersama masyarakat, TNI dan Polri memutus mata rantai penyebaran COVID-19, caranya dengan bersama-sama menahan diri tidak keluar rumah di hari Sabtu dan Minggu,” kata Pangdam.

Baca Juga :  Anies Baswedan Masuk Daftar 21 Heroes 2021, Dianggap Berhasil Di Kebijakan Trasnportasi

Pangdam berharap gerakan kaltim steril ini mendapatkan dukungan dari masyarakat, sebab tanpa dukungan, pelaksanaan tidak bisa berjalan secara efektif.

“Kami mau uji coba dengan program di rumah saja, hanya dua saja. Ingat COVID-19 masih tinggi, dengan kondisi seperti ini ayo kita bareng-bareng berpartisipasi kita latih diri dua hari saja, tanggal 6-7 kita di rumah,” pungkas Pangdam. (Red)

  • Bagikan