banner 728x90

Junaidi Perjuangkan Penanggulangan Banjir Rob Bontang Kuala Segera Direaliasasi

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Bontang Junaidi (Rifki)
banner 728x90

BONTANG – Saat reses di Kelurahan Bontang Kuala Wakil Ketua Dewan DPRD Bontang Junaidi banyak mendapatkan masukan soal permasalahan banjir.

Anggota Dewan dapil III Bontang Utara ini menyerap aspirasi masyarakat yang gelisah karena wilayah Bontang Kuala selalu kebanjiran saat air laut sedang pasang. Akibatnya, banjir rob ini kerap menutupi akses jalan.

“Saat ini fokus dalam penyelesaian banjir yang terjadi di jalan Bontang Kuala, itu menjadi keluhan yang paling utama disampaikan oleh masyarakat,” kata Junaidi saat di temui awak media usai menghadiri rapat paripurna di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga :  Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Andi Faiz Minta Pemerintah Perhatikan Infrastruktur Sekolah

Saat ini Junaidi menerangkan, pihaknya telah menyampaikan keluhan ini kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar penanggulangan banjir rob ini segera menjadi perhatian khusus. Pasalnya, untuk perbaikan jalan masuk Bontang Kuala yang berstatus nasional, perlu berkoordinasi dengan instansi tersebut.

“Saya kemarin manggil langsung kepada pihak BPJN untuk mengecek langsung situasi di lapangan, karena jalan tersebut ialah akses utama bagi masyarakat pesisir yang berada di Bontang Kuala,” sambungnya.

Baca Juga :  Potensi Meningkatkan PAD, Abdul Malik Minta Pembangunan Gedung Uji KIR Dikebut

Politikus muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan, pihaknya tengah merancang perencanaan di anggaran murni untuk membuat Detailed Engienering Design (DED) dalam penyelesaian persoalan ini.

“Nantinya hasil DED akan diberikan kepada BPJN yang selanjutnya akan di biayai pembangunan ya menggunakan anggaran Nasional,” ucapnya.

Junaidi juga menjelaskan bahwa nantinya penyusunan perencanaan tidak lagi meninggikan badan jalan namun dengan pembuatan waduk atau folder penahan debit air laut ketika pasang.

“Sebab ketinggian air ketika merendam sepanjang 500 meter jalan mencapai 50 cm maka harus ada pengerukan di pinggir untuk dijadikan waduk untuk penampungan ketika banjir datang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rustam Apresiasi Kelonggaran Aturan untuk Pedagang di PPKM Mikro

Untuk anggaran dalam membuat perencanaan, pihaknya menawarkan anggaran senilai 700 juta namun dalam realisasinya hanya di anggarkan sebanyak 500 juta. Tugas itu nantinya akan dibuat dan dikerjakan oleh dinas PUPRK.

“Semua rekomendasi saat ini telah on progres dan akan terealisasi di tahun 2021. BPJN juga sudah berkomitmen untuk memprioritaskan penanggulangan banjir Rob di Bontang,” tutupnya. (004/redaksi)

  • Bagikan