banner 728x90

Islam Anti-Kekerasan

  • Bagikan
banner 728x90

Oleh: Aswan Nasution

(Penulis Adalah Aktivis Al Jam’iyatul Washliyah Wilayah Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB).


ISLAM sejak awal telah memberikan peringatan kepada seluruh manusia agar menjauhi kezaliman dalam bentuk dan kadar apapun.

Jahuilah perbuatan zalim (aniaya). Sebab, setiap kezaliman merupakan kegelapan di hari kiamat. kata Nabi Muhammad SAW.

Dalam kehidupan masyarakat, kekerasan dan kejahatan politik banyak terjadi dalam berbagai bentuk dan manifestasinya.

Sederet peristiwa kekerasan, tindakan anarki, terorisme, pembunuhan, perilaku main hakim sendiri di dalam masyarakat merupakan bukti bahwa watak zalim dan kejam berpeluang tumbuh dalam masyarakat kita sampai hari ini.

Kita sangat merasakan bahwa budaya penduduk negeri yang ramah tamah, manis dan baik budi bahasanya, saling menghargai dan saling menghormati hak asasi, dari hari kehari nilai-nilainya makin luntur.

Baca Juga :  TAHUN BARU DAN KESADARAN BARU

Mengutip pendapat seorang psikolog, mengatakan bahwa segala huru-hara dalam masyarakat sesungguhnya bersumber dari huru-hara dalam jiwa manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, kehidupan umat Islam harus dibentuk dalam sorotan sinar pandangan hidup ( way of life ) Islam agar tidak terombang ambing dalam situasi apa pun.

Di sinilah peran dakwah dan pendidikan Islam baik di sekolah dan pendidikan Islam luar sekolah sangat dibutuhkan dan menjadikan sebagai prioritas.

Berbagai kejadian memilukan di sekitar kita sebagaimana di sebut di atas tidak akan terjadi sekiranya dakwah Islam berperan secara efektif dalam mengarahkan umat agar memahami dan menghayati butir-butir khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW di ‘Arafah pada peristiwa Haji Wada’ (Haji Perpisahan) lima belas bad yang silam.

Baca Juga :  Meminimalisasi Penyebaran Covid-19, PB Al Washliyah Dapat Memahami dan Mendukung Pemerintah Larang Mudik Lebaran

Khutbah Rasulullah SAW yang sangat bersejarah itu terekam dalam catatan sejarah Islam sampai sekarang, antara lain berbunyi (terjemahannya):

Wahai umat manusia, bahwasanya darah dan harta benda kalian adalah suci dan tidak boleh diganggu sebagaimana sucinya hari dan bulan ini.

Kalian akan pasti menghadap Allah yang telah menciptakan kalian dan kalian akan ditanya tentang apa yang telah kalian perbuat di dunia ini.

Wahai manusia, dengarkanlah perkataanku dan perhatikanlah.

Setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Seseorang tidak boleh mengambil dari saudaranya, kecuali yang telah diberikan dengan senang hati.

Karena itu, janganlah kalian meng-aniaya diri sendiri dan jangan pula membiarkan berlangsungnya peng-aniayaan.

Dalam kesempatan yang lain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda :

Baca Juga :  Mari Jadikan Muktamar Al Washliyah XXII, Sebagai Muktamar Marhamah

Hancurnya bumi ini seisinya merupakan perkara kecil bagi Allah, dibanding tertumpahnya setetes darah manusia tanpa jalan yang hak.

Tuntutan perkara dalam hubungan antar makhluk yang pertama dibuka di akhirat nanti ialah yang menyangkut darah manusia”.

Berdasarkan hadits di atas, setetes darah saja tertumpah tanpa jalan yang haq sudah cukup mengundang risiko kemurkaan Allah SWT.

_*Bagaimana kalau ratusan atau ribuan nyawa melayang menjadi korban sia-sia disebabkan ketidak berdayaan memberikan rasa aman dalam mengatasi dan menciptakan ketenangan dan ketenteraman, serta kedamaian dalam kehidupan bersama dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam hal ini tidak kala pentingnya kehadiran negara memberikan rasa aman kepada seluruh rakyatnya.

Wallahu ‘Alam Bish Shawab.

  • Bagikan