banner 728x90

Guru Besar UGM Ajak Pembangkangan Sipil, Syahganda: Mulailah dari UGM, kalian yang ngotot dukung Jokowi

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenal Arifin Mochtar. Menyatakan penolakan terhadap RUU Omnibus Law/Cipta Kerja, perlu diiringi dengan desakan atau tekanan dari publik secara meluas karena tak sedikit pihak yang dirugikan dari peraturan tersebut.

“Saya menawarkan bahwa kita harus teriakkan bersama UU ini. Pembangkangan sipil barangkali atau apa istilahnya, silakan dipikirkan itu,” tegas mantan Direktur Pukat FH UGM ini, dalam konferensi pers virtual, pada Selasa (6/10/2020).

Baca Juga :  Perludem: Menunda pilkada karena pandemi bukan kegagalan berdemokrasi

Zaenal menegaskan bahwa RUU Omnibus Law/Cipta Kerja, merugikan banyak kalangan masyarakat dan lingkungan, menguntungkan investor, mengabaikan HAM serta terlalu sentralistik. Tidak sedikit kewenangan pemerintah daerah yang hilang dan menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Pernyataan Guru Besar UGM Zaenal Arifin, untuk pembangkangan sipil ini ditanggapi Oleh Dr. Syahganda Nainggolan yang merupakan salah satu penggagas KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia).

Baca Juga :  Debat Kandidat Dilaksanakan, Basri disebut Sedang Tidur, Neni dinilai tak Paham Subtansi Pertanyaan

Dilansir dari akun twitternya, Selasa 6 Oktober. Syahganda menulis, para dosen-dosen UGM lah yang harus memulai aksi pembangkangan sipil, karena mereka lah yang ngotot mendukung Jokowi selama ini.

” Kalian Dosen-Dosen UGM Harus Memulai Pembangkangan Sipil Itu. Karena Kalian Yang Ngotot Dukung Jokowi Jadi Presiden. Silakan Dosen-Dosen UGM Mogok Mengajar,” kata Syahganda melalui akun twitternya, Selasa (6/10/2020).Tegas Syahganda

Baca Juga :  MUI: Kami Sudah Minta Presiden Keluarkan Perppu untuk batalkan UU Cipta Kerja Namun Ditolak

Penulis : Poetra Poernama
Editor : Supri

  • Bagikan