Fadli Zon Sebut Utang Menumpuk, Tidak Layak Bicara IKN

  • Bagikan

JAKARTA – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon kembali berkomentar terkait Ibu Kota Negara (IKN) baru. Tak sama dengan pemerintah, dirinya justru menyarankan pemerintah mempunyai kebijakan yang prioritas saat ini, khususnya perihal covid-19.

Kebijakan prioritas pemerintah yang dimaksudkan Fadli, ditujukan agar dapat keluar dari kondisi pandemi covid-19 dengan secepatnya sembari menekan jumlah korban.

Baca Juga :  Puan pastikan RUU Ciptaker dibahas transparan dan hati-hati

Agenda prioritas tersebut, menurutnya juga termasuk pemulihan ekonomi negara yang sangat terdampak terhadap lambatmya seluruh bidang kehidupan.

“Kita harus mampu hidup berdampingan dengan vitus Covid-19, sebab belum ada yang dapat memastikan kapan pandemi ini berakhir,” kata Politisi Gerindra tersebut.

Bekas Wakil Ketua DPR RI ini menuturkan bahwa menjadi aneh ketika dalam situasi seperti ini, pemerintah justru memaksakan diri untuk pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Baca Juga :  Masuknya WNA China Untuk Bekerja Di Proyek Strategis Nasional

“Menurut saya tidak ada urgensinya sama sekali. Itu bisa dilakukankan kalau kita dalam kondisi normal atau kelebihan anggaran,” pungkas Fadli kepada Jurnaltoday.id di Jakarta, Senin (05/04/2021).

Ditambahkannya, bahwa saat ini Indonesia tengah kesulitan anggaran, selain terjadinya pelemahan dan lambatnya gerak ekonomi, terlebih dengan kondisi utang negara yang sudah menumpuk.

“Utang kita sudah menumpuk, bahkan melebihi enam ribu triliun rupiah. Saya kira sudah tidak selayaknya kita membicarakan dan melanjutkan pemindahan Ibu Kota Negara ke lokasi yang baru,” pungkas Fadli. (HT/Redaksi)

Baca Juga :  OIC Youth Indonesia Lakukan Kunjungan Ke PP GPA, Tawarkan Kerjasama
  • Bagikan