banner 728x90

Edhy Prabowo Potensi Kelautan Kita Lebih dari 1,3 triliun Dolar AS

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan bahwa potensi Kelautan dan perikanan Indonesia dapat mencapai 1,3 triliun dolar AS lebih dalam setahun nya, yang berasal dari sebelas sektor terkait bidang kemaritiman nasional.

Menurut Edhy sebanyak sebelas sektor tersebut antara lain, perikanan tangkap yang memiliki potensi 20 milyar dolar/tahun, perikanan budidaya 210 milyar/tahun, Industri pengolahan 100 milyar /tahun, kemudian industri berteknologi 180 milyar /tahun, energi dan sumber daya mineral (garam) 210 miliar dolar/tahun, parawisata 60 miliar dolar/tahun, dan transportasi 30 miliar/tahun.

Baca Juga :  Neni minta Trantib tegas terhadap warga yang membangun tapi tidak mengantongi IMB

Selanjutnya industri dan jasa maritim 200 miliar dolar /tahun, kawasan pesisir 8 miliar dolar/tahun, sumber daya wilayah pulau pulau kecil 120 miliar dolar/tahun, dan sumber daya nonkenvensional 200 miliar dolar/tahun.

Ini potensi yang sangat besar dan mempunyai nilai strategis, peluang yang bisa mendatangkan nilai ekonomi. Potensi ini adalah modal dasar pembangunan Indonesia, tegas Edhy dalam siaran persnya Jumat, (21/8/20).

Baca Juga :  Jelang Pelantikan, Basri Siap Jalankan Amanah Masyarakat Bontang

Atas potensi tersebut, Edhy Prabowo menegaskan sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. Terlebih lagi potensi ini akan menyerap lapangan kerja mencapai 45 juta, hal tersebut merupakan 40 persen dari total angkatan kerja Indonesia.

Guna mendukung produktivitas di sektor Kelautan dan perikanan , KKP memberikan akses kemudahan, terutama dalam perizinan. Sedangkan disektor budidaya yang sebelumnya terdapat 21 item perizinan, kini bisa disederhanakan melalui satu pintu di Badan Koordinasi Penanaman Modal(BKPM), salah satunya seperti perizinan yang bertele-tele 14 hari sekarang izin kapal 30 GT ke atas, cukup satu jam melalui sistem Oneline.Tegas Edhy Prabowo. (PP)

Baca Juga :  HNW Bersyukur, Pasal Karet pembuat resah Madrasah dan Pesantren dalam RUU Ciptaker dicabut
  • Bagikan