banner 728x90

Disinyalir Rawan Longsor, Kawasan Belakang Hotel Grand Mutiara Jadi Sorotan Anggota DPRD

  • Bagikan
banner 728x90

BONTANG – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Amir Tosina menilai kawasan yang berada di belakang Hotel Grand Mutiara rawan terjadi longsor.

“Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan lokasi wisata Lembah Permai. Potensi terjadi longsor sangat besar,” ujarnya, saat melakukan kunjungan lapangan bersama jajaran Komisi III, Selasa (2/03/2021).

Kata dia, meskipun dinding tanah milik Hotel cukup kuat, kemungkinan terjadi longsor masih sangat besar. Pasalnya, pohon-pohon yang tumbuh di kawasan itu mengakibatkan pergeseran tanah.

Baca Juga :  DPRD Bontang Dorong Vaksinasi Gotong Royong Terhadap Buruh Perusahaan

“Potensi longsor sangat besar, itu yang dikhawatirkan pihak Lembah Permai,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar secepatnya membangun turap di sekitar daerah yang disebut rawan longsor itu.

Amir berharap, lembaga legislatif, pemerintah, dan semua unsur terkait dapat bekerja sama mengantisipasi terjadinya longsor. Dia menyebut, Hotel Grand Mutiara merupakan aset pemerintah, yang harus dirawat agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.

Baca Juga :  Moeldoko: Tidak ada niatan mengancam KAMI

“Secepatnya akan di anggarkan. Agar pengerjaan juga cepat dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bontang Tavip Nugroho menjelaskan, minimnya perawatan mengakibatkan dinding tanah terbebani oleh pohon-pohon yang tumbuh secara liar. Pasalnya, dulu lahan tersebut merupakan lahan kosong.

Menurutnya, dengan membuat jalur air dan menebang pohon yang tumbuh, bisa dijadikan solusi. Agar potensi longsor dapat diminimalisir.

“Tidak perlu dibongkar, dibuatkan jalur air dan menebang pohon saja. Supaya beban yang memberatkan tanah berkurang,” jelasnya.

Baca Juga :  Junaidi Perjuangkan Penanggulangan Banjir Rob Bontang Kuala Segera Direaliasasi

Kata Tavip, luas lahan parkir yang sebelumnya dirancang, mencapai 200 meter persegi. Diperkirakan anggaran perbaikan sekitar Rp 100-200 juta.

“Itu masih perkiraan, kita lihat nanti. Karena yang akan mengerjakan pihak ketiga,” jelasnya.

Sementara, Legal Konsultan Lembah Permai (PT BSG), Bilher Hutahean meminta pihak terkait segera melakukan tindakan lebih lanjut. Perkara tersebut harus segera diantisipasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Secepatnya harus ada perbaikan, takutnya terjadi hal yang lebih parah,” tukasnya. (005/red)

  • Bagikan