banner 728x90

Dipo Alam: Habib Rizieq dan FPI Bukan Musuh TNI.

  • Bagikan
banner 728x90

“Saya tidak percaya kalau TNI memusuhi umat Islam. Musuh TNI itu bukan Habib Rizieq dan FPI”

JAKARTA – Mantan sekretaris kabinet era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Dipo Alam menilai, ada upaya merenggangkan hubungan harmonis TNI dengan umat Islam dalam kasus penurunan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Kalau kita lihat sejarah, hubungan TNI dan para Ulama begitu dekat, bahkan dari hasil hubungan baik kedua pihak tersebut, terwujud hasil bersama-sama merumuskan Pancasila.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Meminta Bantuan Turki Membantu Pemulihan Ekonomi Nasional terdampak Covid 19

“Saya tidak percaya kalau TNI memusuhi umat Islam. Musuh TNI itu bukan Habib Rizieq dan FPI. Musuhnya TNI itu ya komunis dan itu ada di Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966,” kata Dipo Alam dalam kanal Hersubeno Point di YouTube, Jumat malam (4/12/20)

Dipo mengungkapkan bagaimana dia mengingat peristiwa tsunami Aceh, 26 Desember 2004. Hari ke-4 pascatsunami Aceh, dirinya mengunjungi kota serambi Mekah itu.

Dengan mata kepalanya sendiri, Dipo menyaksikan, yang ada di Aceh hanyalah anggota FPI bersama TNI. Mereka mengangkut ribuan mayat ke dalam truk untuk dibawa ke pemakaman.

Baca Juga :  Ucapan Selamat dari Ketua DPD RI Atas Kemenangan Joe Biden

Begitu juga mayat-mayat yang mengapung, anggota FPI dan TNI lah yang mengangkatnya. Tidak ada pasukan lain selain orang-orang berseragam FPI dan tentara.

“Saya enggak melihat tuh ada parpol warna merah, kuning, hijau yang turun. Itu yang saya lihat FPI. Mereka berbondong-bondong bersama TNI. Saya bergidik melihatnya, mereka tidak kenal lelah dan tidak takut melihat ribuan mayat bergelimpangan,” tuturnya.

Baca Juga :  Mahfud MD: Hargai Kepulangan Habib Rizieq Syihab untuk membangun Revolusi Akhlak

Jika kemudian sekarang dilihat seperti bermusuhan, Dipo menegaskan, hal itu tidak seperti keadaan sesungguhnya. Sejatinya TNI itu selalu bersama rakyat termasuk umat Islam.

Dipo berpendapat, ormas-ormas seperti FPI bersuara keras karena melihat adanya intoleransi ekonomi. Sekarang ini, ketimpangan ekonomi sangat nyata.

Dipo Alam menambahkan, persoalan dasar bangsa saat ini bukan masalah intoleran dari sisi agama. Melainkan intoleransi ekonomi yang gap-nya makin besar. Bila ini tidak diselesaikan, riak-riak di bawah tidak akan selesai.(*)

  • Bagikan