banner 728x90

Dinas PUPR Siap Kerjakan Penanganan Banjir dan Perbaikan Jalan, Jika Anggarannya Siap

  • Bagikan
banner 728x90

“Anggaran yang menjadi penyebab belum dikerjakannya proyek perbaikan jalan dan penanggulangan banjir di Bontang Kuala”

BONTANG – Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) 2020 tahun ini memang tidak mengkonsentrasikan anggaran untuk banjir. Akan tetapi itu rencananya akan direalisasikan pada tahun 2021 mendatang.

Kabarnya hal ini sedang diperjuangkan DPRD dalam pengetukan anggaran murni tahun depan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tavip Nugroho utarakan, sejauh ini memang masalah anggaran menjadi salah satu sebab belum dikerjakannya proyek perbaikan jalan dan penanggulanagan banjir di Bontang Kuala.

Baca Juga :  HRS Harus Hadapi Kasus Lama Dugaan Chat Mesum Setelah PN Jaksel Cabut SP3

“Anggaran yang membatasi, parsial kita dalam lakukan pembangunan di wilayah sungai Bontang ini,” katanya, saat ditemui usai lakukan sidak, di Bontang Kuala, pada Selasa (24/11).

Akibatnya, dari total 13 KM, panjang jalan di wilayah pesisir Bontang Kuala. Yang baru terealisasi saat ini baru hanya sejauh 3 KM yang sudah dikerjakan.

Namun hal itu sudah segera tertangani, pasalnya dana bantauan untuk dinas PUPR Bontang dari provinsi, dipastikan dapat turut mengurangi beban APBD Bontang di tahun 2021 mendatang.

Baca Juga :  Pengerajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Penjual Tahu Tek Tetap Berjualan

“Termasuk dalam jalan Granit 3 ini, tentu ini akan kita diskusikan untuk masuk dalam skala prioritas,” ungkapnya.

Kedepan, memungkinkan juga agar jalur jalanan yang ada di daerah sekitaran Bontang Kuala akan di naikkan volumenya. Namun hal itu, tentu melalui pengerjaan dari pemerintah provinsi.

Untuk diketahui, jalan dari gerbang masuk ke Kota Bontang hingga masuk ke Bontang Kuala, masuk dalam jalan transprovinsi.

Baca Juga :  Anies Baswedan: Al Washliyah telah berkontribusi kepada ummat dan negara, Selamat HUT yang ke 90

Untuk menghindari musibah kedepan yang memperparah sekitar rumah penduduk, Tavip menyarankan agar masyarakat secara swadaya lakukan peninggian pondasi rumah. Agar posisinya sejajar dengan badan jalan.

“Kita harus hati-hati. Ketika sudah naik, apakah masyarakat inginkan?. Nanti rumah masyarkat terdampak, kan kita tidak inginkan juga seperti itu,” terangnya.

“Kalau jalan kita siap aja, kapan ada masuk musrembang. Anggaran ada, ya kita laksanakan,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan