banner 728x90

Dari Pemecah Batu Hingga Jaga Warung, Sakka Bertahan Hidup di Tanah Rantau

  • Bagikan
Ibu Sakka dari tukang pemecah batu hingga jaga warung
banner 728x90

SANGATTA – Perempuan paruh baya berumur 52 tahun asal Sulawesi bertaruh nasib di Kota Bontang. Perempuan itu bernama Sakka,

Ia membesarkan 7 orang anaknya seorang diri. Pasca pisah dengan suaminya 20 tahun yang silam.

Kini Ketujuh anaknya sudah remaja, dan sekarang mengenyam pendidikan di sebuah pesantren yang ada di Bontang.

Untuk menghidupi dirinya, Perempuan tangguh ini hari-harinya beraktifitas sebagai penjual di KM 3 Poros Bontang-Sangata.

Tak besar warung yang ia miliki hanya seluas 2×3 meter saja. Dengan senyum ramahnya, ia setia menunggu pelanggan yang sekedar mampir untuk beristirahat setelah penat dalam perjalananya.

Baca Juga :  Survei Bukan Faktor Utama,PDIP Pastikan Setia Dengan Adi-Basri

“Beginilah dek, sehari-sehari saya menunggu pelanggan untuk memenuhi kebutuhan hidup di perantauan,” ungkap Sakka saat tengah duduk di tempat ia berjualan, Sabtu (20/3/2021).

Sebelum ia memutuskan untuk berjualan, Sakka dulunya bekerja sebagai pemecah batu.

Tak banyak penghasilan yang dirinya dapatkan. Sekitar 250 ribu saja dalam perbulanya.

Bos tempat ia bekerja memberikan amanah untuk menjaga lahan dan tanahnya yang sekarang menjadi tempat usahanya.

Baca Juga :  Perpaduan Vespa dan Tempat Nongkrong, Ini soal Filosofi Vespa Kopi

“Saya di percayakan untuk menggarap lahan milik bos nya. Seluas satu hektar, yah ini lah tempat yang saya jadikan warung dan ada rumah yang tak jauh dibelakangnya,” sambungnya.

Ditengah pandemi COVID-19 ini dia terus berupaya untuk tetap bertahan hidup.

Saat dinsinggung soal apakah ada bantuan yang dia dapatkan oleh pemerintah, dirinya menjawab pernah satu kali saat awal maraknya Virus ini menyerang.

Baca Juga :  Taufik Iskandar Dedikasikan Diri Bangun Desa dengan Bertani

“Ada dulu tuh, cuman sekali bantuan dari RT, berupa beras 5 kg, telur dan mie instan. Selebihnya tidak ada sampai saat ini, saya berjuang mandiri untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan anak,” lanjutnya.

Saat ini dia mengatakan keadaan semua orang terdampak. Tak ada waktu untuk mengeluh dan tidak mengerjakan apa-apa. Bekerja saja semampunya.

“Dek, ingat saja Tuhan tidak pernah memberikan cobaan kepada umatNya melebihi kamampuanya. Semangat lah,” tandasnya. (Qy)

  • Bagikan