banner 728x90

BMKG Sebut Kaltim Dilanda Cuaca Ekstrem, Safaruddin: Mari Kita Lebih Waspada

  • Bagikan
Drs. H. Safaruddin, Anggota DPR RI Dapil Kaltim
banner 728x90

SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda mencatat, kondisi cuaca ekstrem akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hujan dan angin kencang pun diprediksi bakal terjadi beberapa hari ke depan.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin mengajak seluruh masyarakat Benua Etam untuk lebih waspada. “Mari kita lebih waspada seminggu ke depan karena cuaca di Kaltim hujan berangin,” kata ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu. Jum’at (9/4/2021).

Di samping itu, Safaruddin juga mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar rumah ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Pasalnya, potensi terjadinya pohon tumbang, jalan longsor, hujan lebat, hingga angin kencang dapat terjadi kapan saja.

Baca Juga :  Angka Kasus Positif Covid-19 Tembus Diatas 100.000 di Indonesia

“Sebaiknya menghindari jalan raya, pantai, atau daerah yang ada banyak pohonnya. Bahaya. Jika cuaca sedang tidak bersahabat saat melakukan perjalanan, lebih baik berteduh dulu di tempat yang aman. Dan, jangan lupa sediakan payung dan mantel bagi pengendara motor,” imbau anggota Komisi III DPR RI itu.

Bagi daerah rawan banjir, Safaruddin mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan parit, drainase, dan sungai untuk menghindari penyumbatan. Dengan demikian, luapan air saat hujan terjadi bisa dicegah.

Baca Juga :  Safaruddin Serukan Persatuan dan Kesatuan Di Momen Lebaran

Sekadar informasi, BMKG Samarinda mencatat potensi hujan harian, dalam enam hari ke depan seluruh wilayah di Kaltim berpotensi terjadi hujan. Intensitasnya pun bervariasi, dari yang sedang hingga lebat. Bahkan dapat disertai petir dan angin kencang.

Penyebab dari kondisi cuaca belakangan ini akibat dari adanya belokan angin di wilayah Kaltim, sehingga menimbulkan pertumbuhan awan hujan. Penyebab lainnya anomali suhu permukaan laut di wilayah Selat Makassar bernilai satu sampai tiga derajat Celsius, juga ikut menyumbangkan pertumbuhan awan hujan.

Baca Juga :  Jelang Webinar III Pra Kongres IV PA GMNI, Berikut Penjelasan Panitia

Hal tersebut meningkatkan potensi penguapan, penambahan massa uap air juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan. Namun potensi terjadinya hujan bakal berkurang ketika memasuki musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada awal Juli mendatang. (***)

  • Bagikan