banner 728x90

Basri fokus pada penguatan UMKM sementara Neni fokus di Penumbuhan Investasi

  • Bagikan
banner 728x90
https://youtu.be/nPCeDzOlSVU

BONTANG – Debat kandidat Calon Walikota Bontang berlangsung hikmat, ke-2 pasangan, Basri-Najirah dan Neni-Joni memilih fokus yang berbeda untuk menata Bontang kedepan. Basri-Najirah fokus pada penguatan UMKM sedangkan Neni-Joni fokus pada penumbuhan investasi.

Hal ini terlihat saat masing-masing calon memberikan pandangannya saat ditanyai wartawan usai agenda debat kandidat.

Dari pengamatan pewarta, setiap calon Walikota memberikan penekanan yang terus berulang-ulang saat sesi debat. Neni Moerniaeni Paslon dari no.2 banyak penekanan pada sektor investasi, sedangkan Basri Rase Paslon no.1 banyak berbicara persoalan pembangunan UMKM.

Baca Juga :  Ikatan Istri Dokter Indonesia Kota Samarinda Salurkan Bantuan Untuk Napi Rutan Samarinda

Dalam sesi konferensi pers yang di adakan KPU Bontang, masing-masing calon diberikan waktu untuk memberikan narasi usai debat selesai.

Paslon 01 Basri Rase mengungkapkan bahwa berbicara UMKM maka kita berbicara masyarakat kecil. Yang statusnya selama ini kurang mendapatkan kesempatan dalam mendapatkan pekerjaan.

“Karena saya ingin masyarakat kita akan siap menghadapi industri pasca migas,” ucap Basri, di aula pertemuan hotel grand Mutiara.

Baca Juga :  Pelantikan DPC PHM Kota Bontang, Basri Rase : Jaga Persatuan dan Kesatuan

“2022 kontrak PT. Badak sudah habis. Kalau hanya mengandalkan ekonomi makro, suatu saat nanti pasti akan menjadi kota mati,” sambungnya.

Sementara Neni Moerniaeni dari Paslon 02 memiliki fokus kepada investasi. Dengan mengandalkan pembangunan industri hilir, dan Industri kepelabuhanan.

“Insha Allah Bontang akan tetap hidup, dan tidak akan menjadi kota mati,” ucap Neni.

Selain itu, ia mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam membantu pemerintah dalam memberikan peluang kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di kota berjuluk kota Taman ini.

Baca Juga :  Jujur dan Adil

“Ini semua berkat peran masyarakat kota Bontang. Bukan semata hanya peran pemerintah,” tandasnya.

Berjalan seru, debat diakhiri dengan ucapan selamat jalan. Karena satu periode kemarin, Neni dan Basri merupakan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bontang. Ditambahi lagi dengan permohonan untuk saling membantu, ketika salah satu diantaranya terpilih jadi pemenang pada pilkada tahun ini. (*)

Baca Juga :

Debat Kandidat Dilaksanakan, Basri disebut Sedang Tidur, Neni dinilai tak Paham Subtansi Pertanyaan

  • Bagikan