banner 728x90

Balap Liar Marak di Bulan Puasa, Ini Hukuman yang Menanti

  • Bagikan
Kasat Lantas Polres Bontang, Imam Syafii (Rifqi)
banner 728x90

BONTANG – Maraknya aksi balap liar selama ramadan, membuat resah masyarakat. Terutama pengguna jalan yang melintas di lokasi ‘trek-trekan’. Hal ini akan disikapi serius oleh pihak kepolisian. Mereka akan menindak tegas kelompok yang mengganggu ketertiban berkendara masyarakat Bontang.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bontang AKP Imam Syafii. Ia menungkapkan, masyarakat memang kerap mengeluhkan persoalan ini. Di daerah tertentu, para pemuda yang menggelar balap liar ini dinilai telah membahayakan pengendara lain.

Baca Juga :  Masjid Sudah Terlanjur Dibongkar, Hasil Pekerjaan Baru Sampai Dipemancangan

“Bakal kami tindak tegas. Terlebih selama Ramadhan. Motornya kami tahan sampai selesai Idul Fitri,” ungkap AKP Imam, Selasa (20/4/2021).

Imam Syafii mengatakan, Satlantas Polres Bontang, nantinya akan menurunkan 12 personel, untuk melakukan patroli rutin di beberapa lokasi yang diduga kerap dijadikan jalur balapan liar.

“Berdasarkan laporan warga, tempat-tempat yang rawan seperti di Jalan Ahmad Yani, sekitar bandara Badak LNG, dan Jalan Jenderal Soedirman, Tanjung Laut,” sambungnya.

Baca Juga :  Data Jumlah Pelaku UMKM di Bontang Meningkat Drastis

Untuk patroli rutin ini, pihaknya tidak menentukan jadwal secara pasti. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat agar bisa melapor saat mendapati sekelompok orang yang sedang menggelar aksi balap liar

“Tidak kami tentukan, kami patroli keliling. Kalau aksi balap liar laporkan saja. Kami akan datang,” ungkapnya.

Saat didapat, petugas akan memberi peringatan keras. Motor para pelaku akan ditahan hingga waktu yang tidak ditentukan, sebagai bentuk sanksi agar pelaku jera.  Satlantas Bontang sendiri telah mengamankan lima unit motor, hasil patroli saat dini hari beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Empat Titik Api Memicu Ludesnya Pasar Citra Mas

“Ada lima unit yang di tahan, sesuai pelanggaran motor bisa kembali di ambil setelah Lebaran Idul Firti. Nanti kalau mau ambil motor, wajib buat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” tutupnya. (Qy)

  • Bagikan