banner 728x90

Asosiasi Industri Kerajinan Bontang Minta Pemkot Beri Solusi Untuk Pelaku UMKM Saat Pelaksanaan MTQ Ke 42

  • Bagikan
Ketua Asosiasi Industri Kerajinan (ASIK) Bontang Hadaruddin
banner 728x90

BONTANG – Empat hari menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-42. Pemkot Bontang akan membatasi jumlah penonton.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas penonton pada saat pelaksanaan pembukaan MTQ yang akan di gelar (3/6/2021) mendatang.

Keputusan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Asosiasi Industri Kerajinan (ASIK) Bontang Hadaruddin menyampaikan, ajang tersebut sebagai momentum untuk para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempromosikan barang daganganya.

Baca Juga :  MTQ ke-42 Tingkat Provinsi Kaltim Berakhir, Bontang Duduki Posisi ke Dua

“Event perlombaan tersebut kan jarang dilakukan di Bontang, dengan jumlah peserta yang mencapai seribu, maka akan berpotensi melirik hasil kerajinan UMKM yang ada di Bontang,” kata Hadaruddi, saat ditemui awak media, Sabtu (30/05/2021) malam.

Namun kesempatan membangun stand khusus UMKM sepertinya akan pupus. Karena keputusan panitia pelaksana menetapkan tentang adanya pembatasan pengunjung dalam acara pembukaan dan penutupan MTQ.

Baca Juga :  Juara Umum MTQ, Bonus Dari Wali Kota Menanti

Para pelaku usaha hanya diberikan kesempatan menyetorkan display produk mereka untuk di pajang saat perlombaan berlangsung. Tetapi pihaknya sedikit keberatan dengan tawaran tersebut.

“Jika hanya barang saja, kami tidak bisa melakukan marketing dengan maksimal, karena dalam transaksi jual beli harus ada komunikasi antar penjual dan pembeli,” ungkapnya.

Pihaknya berharap akan ada solusi untuk bisa saling berkolaborasi. Pemkot Bontang sukses melaksanakan perhelatan tersebut, dan pelaku UMKM juga mendapatkan keuntungan dalam memulihkan ekonomi mereka.

Baca Juga :  Terkait Perda Alihdaya, Dewan Tunggu Keputusan Pusat, Turunan dari UU Ciptakerja

“Tawaran saya, Pemkot memberikan tour perjalanan kepada peserta perlombaan ke pusat perbelanjaan UMKM, seperti Indoniaga, Smart Center Pusat oleh-oleh dan tempat lainya, sebelum mereka kembali ke tempat asalnya,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan