banner 728x90

Asdar: Aktivitas Pasar TAMRIN Terus Kami Pantau

  • Bagikan
banner 728x90

BONTANG – Masih seputar aktivitas pedagang Pasar Taman Rawa Indah ( TAMRIN ) Kota Bontang Kalimantan Timur yang beberapa hari terakhir ini menjadi sorotan publik, karena masih banyaknya lapak kosong yang belum ditempati oleh pemiliknya. Sementara disisi lain, masih ada puluhan pedagang beberapa waktu lalu masih berjualan di bahu jalan KS Tubun tepatnya dari eks pasar sementara menuju simpang tiga Pasar TAMRIN Kota Bontang.

Akibat belum tertibnya pengaturan pedagang yang ada di area pasar TAMRIN tersebut.

Politisi Nasdem, Bakhtiar Wakkang mulai angkat bicara. Ia meminta agar pemerintah bertindak tegas terhadap para pedagang baik pedagang yang yang berjualan di bahun jalan maupun pedagang yang sudah memiliki lapak di dalam pasar TAMRIN agar segera menempatinya, jangan dibiarkan lapak tersebut kosong.

Baca Juga :  DPD KNPI Kutai Timur Santuni Anak Yatim-Piatu diawal tahun 2021

“Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pedagang yang berjualan di bahu jalan, kalau mereka ternyata memiliki lapak di dalam pasar agar segera menempatinya. Jangan dibiarkan kosong lapak tersebut, karena kasihan pedagang yang berjualan didalam. Sepih, kurang pengunjungnya aktibat pembeli malas masuk ke dalam pasar disebabkan masih banyak yang berjualan di luar”, ujarnya.

Ia melanjutkan, pemerintah juga perlu menertibkan pasar seng yang ada di tanjung limau karena di Bontang hanya ada tiga pasar yang sah yaitu Pasar Taman Rawa Indah, Pasar Loktuan dan Pasar Talihan kilo meter VI

Baca Juga :  Gedung Uji Kir di Bontang Disegel Kementrian, Dishub Gencar Razia di Jalan

“Kami tidak pernah tau kalau pemerintah punya pasar seng yang ada di tanjung limau itu. Yang kami tau, Pasar di Rawa Indah, Pasar di Loktuan dan Pasar yang ada di kilo meter VI. diluar dari itu sepengetahuan kami tidak ada lagi,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan ( Diskop – UKMP ) Kota Bontang Asdar Ibrahim mengatakan, jika selama 3 bulan berturut-turut pemilik lapak yang ada di pasar TAMRIN itu tidak menempati lapaknya maka pemerintah secara otomatis berhak mencabut hak kepemilikannya.

Baca Juga :  Resmi, Adi Darma dan Basri Rase Sah Jadi Calon Walikota dan Wakil Walikota Bontang

Oleh karena itu pihak Diskop – UKMP sejak dimulainya pengoperasian pasar TAMAN, Rabu 15 Juli 2020 lalu terus terus melakukan pemantauan sekaligus mengevaluasi aktivitas para pedagang sampai 3 bulan kedelapan.

“Kami terus melakukan imbauan bagi pemilik lapak yang masih berjualan di bahu jalan agar segera masuk dan menempati lapaknya segera,” kata Asdar.

  • Bagikan