banner 728x90

Apa Yang Perlu Dilakukan di Akhir Tahun

  • Bagikan
banner 728x90

Penulis: Aswan Nasution

Bila ada seseorang yang tiba-tiba memberikan mobil mewah kepada kita, kemudian kita mengucapkan terima kasih dan memeluk sang pemberi sampai meneteskan air mata.

Apakah artinya kita sudah bersyukur? Sebagian kita menjawab ‘ya’, itu sudah bersyukur.

Pertanyaan selanjutnya ialah, setelah satu tahun mobil itu tidak pernah kita gunakan, apakah kita termasuk orang yang bersyukur? Pasti jawabannya tidak.

Begitu pula Allah SWT. Tuhan Sang Pemberi, telah memberikan kepada kita lebih dari mobil yang mewah dan mahal itu.

Dia (Allah SWT) telah memberikan kepada kita penglihatan, pendengaran, hati, ginjal, jantung, paru-paru, kulit yang membungkus tubuh, otak, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya, tanpa kita harus membayarnya.

Baca Juga :  Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Bangunan Liar di Pinggir Waduk

Kita belum bisa dikatakan bersyukur bila di akhir tahun ini hanya berucap ‘Alhamdulillah’ atas semua karunia dan anugerah yang telah Allah SWT berikan dan kemudian menangis tersedu-sedu.

Karena menyesali diri bahwa masih banyak yang belum dilakukan secara maksimal, padahal Allah SWT terus-menerus memberikan bermacam-macam nikmat-Nya, baik itu peluang waktu, kesempatan, kesehatan, dan juga berupa fasilitas lainnya.

Kita bisa dikatakan bersyukur bila kita mampu memanfaatkan semua pemberian Allah itu secara optimal. Prestasi dan unjuk kinerja harus kita selalu torehkan setiap saat.

Apabila dalam satu bulan kita menorehkan satu prestasi maka seharusnya selama satu tahun kita sudah mampu menunjukkan 12 prestasi.

Baca Juga :  PT. MANOLO BERKAH ENERGI

Kita harus selalu merenung, “Andai Sang Pemberi mencabut nyawa kita dan kemudian bertanya, prestasi terbaik apa yang sudah kita lakukan dengan semua karunia dan anugerah yang telah Dia berikan?”

Maka seharusnya kita sudah bisa dan harus mampu menunjukkan berbagai prestasi yang sudah kita lakukan dan membanggakan.

Kita harus membuktikan prestasi yang diraih karena kita menggunakan penglihatan, pendengaran, tangan, kaki, otak, dan semua panca indera kita.

Prestasi itu, harus seimbang dengan nilai yang telah diberikan Allah kepada kita.

Berapa nilai (harga) mata kita? Pendengaran kita? Tangan dan kaki kita? Otak kita?

Nah, sekarang pertanyaannya, apa prestasi yang sudah kita hasilkan sebanding atau paling tidak mendekati harganya?

Baca Juga :  FKICI Minta Kemenpora Lakukan Penyempurnaan Regulasi Keolahragaan

Dengan demikian, apa yang perlu kita lakukan di akhir tahun ini?

Di sela liburan keluarga, perlu masing-masing anggota keluarga yang sudah dewasa mempresentasikan ‘prestasi-prestasi’ dan manfaat yang akan diberikan kepada orang lain di tahun ini dan di tahun yang akan datang.

Karena itu harus ada suatu komitmen tentang prestasi dan manfaat yang bisa kita berikan dalam kehidupan kita.

Sejalan dengan Sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad, at-Thabrani, ad-Daruqutni).

Nashrum minalahi wa fahthun qariib wa basysyiril mu’minin.

Semoga bermanfaat…
Wallahu a’lam bish shawab.

  • Bagikan