Antrian Panjang Mengurus SKBN Polres Bontang Imbau Untuk Patuhi Protokol

  • Bagikan
Antrian di loket pelayanan SKBN Polres Bontang

BONTANG – Ratusan orang terlihat berbondong-bondong mendatangi Polres Bontang. Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, Alasan mereka berkumpul ialah ingin membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN).

Nantinya surat tersebut akan digunakan sebagai syarat pendaftaran ulang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Efraim salah satu calon siswa SMK 3 ini mengatakan, tujuanya datang ke Polres bontang ingin membuat surat keterangan tersebut mengaku telah mengantri dari pukul 08.00 Wita pagi tadi. Karena menjadi syarat untuk masuk sekolah jadi mau tidak mau harus rela antri.

“Saya dari pagi tadi, saat datang saya liat antrian juga sudah cukup panjang. Nantinya surat keterangan bebas narkoba ini akan digunakan untuk mendaftar ulang di tempat SMK saya yang baru,” kata Efraim saat ditemui awak media, Selasa (22/06/2021).

Dilokasi yang sama Amilatun orang tua murid yang mendampingi anaknya menjelaskan, jika dirinya baru mengurus ketika sudah ada pengumuman dari sekolah jika anaknya telah lolos.

“Hari senin lalu baru saja pengumuman, dan semua murid yang dinyatakan lulus diberikan waktu tiga hari untuk melengkapi berkas pendaftaran ulang. Jadi saya hari ini temanin anak saya untuk mengurus surat keterangan bebas narkoba,” kata Amilatun.

Selain itu memilih Polres sebagai tempat pengurusan SKBN karena dinilai lebih murah ketimbang rumah sakit.

“Disini saya cuman bayar 100 ribu saja pembayaran di Poliklinik Polres Bontang, kalau di Rumah sakit bisa dua kalilipat ongkosnya,” sambungnya.

Keterangan juga di dapatkan dari Kasat Reskoba IPTU Muhammad Rakib Rais, mengatakan jika banyaknya orang mengantri di dominasi oleh anak sekolah yang ingin mendaftar ulang.

“Harusnya sebulan sebelum pengumuman para orang tua telah mempersiapkan semua syarat yang diminta, seperti SKBN, jadi tidak mengantri seperti saat ini,” kata IPTU M Rakib Rais.

Lebih lanjut pihaknya juga menjelaskan jika untuk memecah banyak antrian, Rakib mengintruksikan seluruh personile untuk memperbanyak meja administrasi.

“Harusnya satu loket saja, tapi saya tambah menjadi tiga loket untuk mengeprint SKBN tersebut,” lanjutnya.

Pihaknya juga terus menghimbau untuk seluruh masyarakat yang mengantri bisa mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Harapanya dengan setiap sekolah mewajibkan surat keterangan bebas narkoba ini bisa memutus rantai pemakaian barang haram yang bisa menjerumuskan generasi muda.

“Ini langkah baik, karena jika tidak dilakukan pencegahan maka akan merusak generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Faridzul RifqiEditor: Redaksi
  • Bagikan