banner 728x90

Anies : DKI Jakarta belum aman, meskipun tidak lagi berstatus zona merah

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Berdasarkan data satuan Tugas Penanganan Covid-19, per Kamis (5/11/20) seluruh wilyah DKI Jakarta tidak lagi berstatus zona merah penyebaran Covid. Kelima wilayah kota dan satu kabupaten kepulauan seribu kini bersetatus zona oranye atau beresiko terhadap penyebarnnya sedang.

Namun demikian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa DKI belumlah aman dari penyebaran virus corona, meskipun sudah tidak memiliki zona merah covid-19.

Baca Juga :  Demonstrasi di Gedung KPU Kutim Kian Memanas. Aparat Kepolisian Bertindak Tegas

“Belum, kita belumlah aman (dari penyebaran Covid 19),” ungkap Anies kepada media di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (5/11/20).

“Karena di Jakarta mobilitas penduduknya cukup tinggi, pagi tinggal di Jakarta Timur, siangnya bekerja di Jakarta Barat, dan tidak menutup kemungkinan malamnya di Jakarta Pusat,” imbuh Anies.

Terkait dengan hal tersebut, Anies menyatakan Pemprov DKI tidak berfokus pada perubahan status warna penyebaran Covid-19, sebab kami menyadari mobilitas masyarakat DKI memang sangat tinggi.

Baca Juga :  Ditolak Banyak Pihak, Dishub Kekeh Ingin Aktivitas Bongkar Batu Bara di Pelabuhan Lok Tuan

Oleh karenanya, status zona merah bisa tidak relevan ditetapkan di DKI Jakarta. Untuk itu penyebaran virus Corona Covid-19 bagi DKI Jakarta harus dilihat secara komprehenshif, tidak bisa perwilayah.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta per-Kamis (5/11/20), jumlah kasus positif di Jakarta sebanyak 109.411 kasus. Dari jumlah kasus tersebut 98.806 dinyatakan sembuh dan 2.331 dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :  Ka Rutan Kelas IIA Samarinda lakukan kunjungan ke Polsek Sungai Pinang dan Bapas Samarinda

Adapun jumlah kasus aktif sampai dengan saat ini adalah sebanyak 8.374 kasus, kesemuanya masih dalam keadaan dirawat atau lagi menjalankan isolasi.(*)

  • Bagikan