banner 728x90

Agus Widjojo: TNI Tak Berwewenang Bubarkan FPI atau Ormas Lainnya

  • Bagikan
banner 728x90

“TNI tidak punya kewenangan membubarkan suatu organisasi, esensi tugas TNI adalah perang mempertahankan negara”

JAKARTA – Gubernur lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Letjend TNI (Purn) Agus Widjojo mengungkapkan penegasannya soal pernyataan Pangdam Jaya, Mayjend TNI Dudung Abdurrachman yang berkeinginan membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI).

“Bukan kewenangan TNI untuk membubarkan suatu organisasi, tugas TNI itu adalah pertahanan nasional yang pada hakekatnya, untuk mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan nasional terhadap ancaman militer dari pihak luar,” ungkap Agus Widjojo kepada media, Selasa (23/11/20).

Baca Juga :  DPP GMNI Soroti Persoalan dan Beri Rekomendasi untuk Peta Jalan Pendidikan Nasional

Tercantum dalam undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Esensi tugas TNI adalah tugas perang mempertahankan keamanan negara. Imbuh Agus Widjojo.

“Tugas TNI itu adalah sesuai kewenangannya yang diberikan kontitusi. Jelas Konstitusi tidak memberikan kewenangan kepada TNI untuk membubarkan organisasi,” imbuh Agus

Oleh karenanya, menurut Agus tidak bisa TNI membubarkan organisasi seperti Front Pembela Islaam (FPI). “Tidak dalam kewenangan TNI, hal tersebut tidak merupakan tanggungjawab TNI dan tidak berada dalam kewenangan TNI untuk melakukan hal itu,” tegas Agus

Baca Juga :  Al Washliyah DKI: Selamat Jalan Rektor UNIVA Medan, Dr, Halfian Lubis

TNI bisa dibawa masuk ke tugas-tugas dalam negeri untuk kepentingan nasional tentunya sesuai dengan perintah Presiden. Sedangkan ketentuan pembubaran ormas diatur dalam undang-undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Menurtnya kalau tatanan yang mengatur peran dan kewenangan berbagai lembaga didalam negara ini masih simpang siur, maka Indonesia tidak akan maju membangun dirinya untuk bisa bersaing dengan negara lain di dunia.

Baca Juga :  KASIH SAYANG SEORANG IBU

Namun Agus meminta kepada Pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab agar tidak melontarkan pernyataan yang provokatif. “Kita bisa dengar sendirilah, karena secara logika dan perasaan bahwa ucapan-ucapan yang dilontarkan dapat membakar masyarakat dan bisa terpolarisasi pro dan kontra, jangan begitu dong,” ucap Agus

“Jangan mau menang sendiri, saya tidak mengajari bagaimana untuk menjadi penganut Islam yang baik, tapi saya yakin dan percaya Islam tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk mencabik-cabik perasaan masyarakatnya,”pungkas Agus Widjojo.(*)

  • Bagikan