banner 728x90

Ada Larangan ke Indonesia, PBSI Batal Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah

  • Bagikan
banner 728x90

JAKARTA – Indonesia memutuskan mengajukan pengunduran diri sebagai tuan rumah turnamen bulu tangkis seri Asia. Sebelumnya, Indonesia juga telah mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020.

“Karena Covid-19 yang belum reda dan juga melihat banyaknya negara yang sudah melarang warganya bepergian ke Indonesia, kami memutuskan untuk membatalkan permohonan menjadi tuan rumah turnamen seri Asia,” kata Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto dilansir Antara, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga :  Special HUT Al Washliyah ke 90, Pidato Cicit Syekh M. Arsyad Thalib Lubis

Awalnya, menurut dia, federasi badminton dunia (BWF) mempertimbangkan Indonesia untuk menjadi tuan rumah tiga turnamen bergengsi, yaitu Asia Open I dan Asia Open II yang keduanya masuk kategori BWF World Tour Super 1000, serta BWF World Tour Finals 2020.

“Melihat reaksi dari sejumlah negara calon peserta yang menolak untuk datang ke Indonesia, BWF sepertinya akan menarik penawarannya kepada Indonesia sebagai tuan rumah turnamen seri Asia. Maka dari itu, kami mengambil sikap untuk segera membatalkan rencana jadi tuan rumah,” ungkap Budi.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Lapangan Sepak Bola Tanjung Laut Menui Kritik dari Masyarakat. Komisi III Sidak mendadak

Lebih lanjut, dia menuturkan pihaknya juga sudah menulis surat resmi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali terkait pembatalan rencana tuan rumah tersebut. Asosiasi juga telah membatalkan reservasi gedung yang dipesan untuk penyelenggaraan turnamen.

Sementara itu, BWF sebelumnya merilis enam turnamen yang akan digelar pada akhir 2020, yaitu Piala Thomas dan Uber (3-11 Oktober), serta turnamen seri Eropa yang terdiri dari Denmark Open I (13-18 Oktober) dan Denmark Open II (20-25 Oktober).

Baca Juga :  Olahraga Motor Trail, Berpetualang, dengan Adrenalin

“Kalau Piala Thomas dan Uber 2020 batal dilaksanakan karena banyaknya negara peserta yang mundur, maka kemungkinan besar turnamen seri Eropa dan Asia juga bisa batal. Pernah ada usulan Piala Thomas dan Uber diundur ke Februari 2021, tapi kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari BWF,” ujar Budi. (Red)

  • Bagikan