banner 728x90

11 Orang WBP Berkelakuan Baik peroleh Remisi Khusus Natal di Rutan Samarinda

  • Bagikan
banner 728x90
Suasana Perayaan Natal tepatnya di Gereja Immanuel Rutan Klas IIA Samarinda, ibadah natal dibarengi pemberian remisi pada 11 orang WBP berkelakuan baik.

SAMARINDA – Perayaan Natal 2020 yang sangat ditunggu oleh umat kristiani di seluruh dunia, tak terkecuali juga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sedang menjalani masa hukuman mereka di Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Tentunya Natal kali ini membawa keberkahan untuk WBP hari ini (25/12/2020).

Tepatnya di Rutan Klas IIA Samarinda, Jalan Wahid Hasyim II ,Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Ada 38 orang WBP beragama Kristiani merayakan Natal di Gereja yang berada di lingkup hotel prodeo ini.

Selain peribadatan Natal, WBP yang beragama Kristiani ini, juga mendapat remisi atau pemotongan masa hukuman sesuai ketentuan dan sudah disetujui dari kementerian hukum dan hak asasi manusia (Kemenkumham) RI. Melalui surat Keputusan Menkumham No : Pas – 1341.PK.01.01.02 Tahun 2020.

Baca Juga :  Andi Harun dan Rusmadi Sah Jadi Pemenang Pilkada Samarinda, HMI Samarinda Sampaikan Harapan

Ditemui usai penyerahan simbolis dan peribadatan Natal, Kepala Rutan (Karutan) Klas IIA Samarinda, Alanta Imanuel Ketaren menjelaskan, bahwa perayaan Natal kali ini di Gereja Immanuel Rutan Samarinda juga secara simbolis ia menyerahkan pada 11 WBP yang mendapat remisi.

Kesemua WBP yang diberikan remisi, tentunya berlakuan baik saat menjalani masa hukumannya saat berada di Rutan.

“Iya hari ini kami melaksanakan upacara secara simbolis ke Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pemberian remisi khusus Natal 2020. Ada 11 orang, satu orang diantaranya terkait Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012. Kesepuluh lainnya pidana umum,” jelas Alanta Imanuel Ketaren, hari ini (25/12/2020).

Baca Juga :  Polisi Bisa Panggil Paksa Putri Habib Rizieq

11 orang penerima remisi khusus natal ini 5 orang kasus narkotika, 1 orang pencurian, 4 orang kasus perlindungan anak, 1 orang kasus penggelapan. Remisi atau pemotongan masa hukuman yang didapat WBP pada Natal kali ini bervariasi, yaitu 15 hari hingga 30 hari.

Dengan mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 atau Virus Corona di perayaan kali ini, Alanta Imanuel Ketaren juga berharap di Tahun 2021 pandemi segera berakhir.

Ia pun bersyukur, pada kesempatan kali ini, para WBP khususnya yang beragama Kristiani dapat melaksanakan ibadah Natal dengan khidmat.

Dan juga pesan-pesan dari penginjil Evangelis Tobing berkhutbah dapat memberikan motivasi agar senantiasa semangat, ikhlas, tulus dan selalu berinovasi dalam hidup.

Baca Juga :  PT Barokah Perkasa Diminta Tanggung Jawab Atas Tumpahan Minyak Karena Ledakan Kapal Di Pulau Atas Samarinda

“Atas berkat Tuhan YME, WBP dapat melaksanakan ibadah natal kali ini dengan lancar dan baik,” tegasnya.

Tak ada kendala dalam persiapan pada perayaan Natal di Rutan Samarinda pada hari ini.

Sinergitas petugas bersama WBP, membangun semangat perdamaian dan kasih, agar selalu mendapat keberkahan.

Alanta Imanuel Ketaren juga menyampaikan, pesan Natal 2020 kali ini seyogyanya dapat diterapkan para WBP beragama Nasrani selama menjalani sisa masa hukuman mereka.

“Kendala tidak ada, karena terjalinnya kerjasama yang baik dari petugas dan WBP. Semoga pesan dan kesan pada Natal bisa membekas hingga WBP selalu bersikap baik dan menjunjung perdamaian,” ucapnya. (*)

  • Bagikan